Mensesneg Jadi Juru Bicara Presiden setelah Ucapan Kontroversial Hasan Nasbi

    0
    79

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebagai juru bicara presiden. Penunjukan ini dilakukan setelah pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, yang sebelumnya menjabat sebagai juru bicara presiden.

    Prasetyo menjelaskan bahwa Kantor Komunikasi Kepresidenan yang dipimpin oleh Hasan Nasbi akan tetap berfungsi sebagai juru bicara presiden. Namun, Prabowo menginginkan agar Prasetyo juga aktif dalam peran tersebut. “Semua akan bekerja sama, Kantor Komunikasi Kepresidenan tetap ada, dan kami diminta untuk memberikan dukungan,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di Jakarta pada Kamis, 17 April 2025.

    Bagaimana sebenarnya perjalanan kontroversi pernyataan Hasan Nasbi sebelum Prabowo menunjuk Mensesneg sebagai juru bicara?

    Pernyataan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi terkait teror kepala babi yang dikirim ke kantor media Tempo menjadi perhatian publik. Dalam responsnya, Hasan malah menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak. “Sudah dimasak saja,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta Pusat, pada Jumat, 21 Maret 2025.

    Hasan menjelaskan bahwa pandangannya tersebut dipengaruhi oleh sikap wartawan desk politik dan pembawa acara siniar Bocor Alus Politik, Francisca Christy Rosana, atau Cica, di media sosial X. Ia menilai bahwa Francisca menanggapi teror tersebut dengan nada bercanda melalui cuitannya.

    Menurut laporan Majalah Tempo edisi 14-20 April 2025, beberapa politikus dari Partai Gerindra meminta agar Hasan Nasbi mengundurkan diri. Beberapa narasumber juga menyebutkan bahwa Prasetyo akan diangkat sebagai juru bicara presiden setelah kontroversi ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca di sini.

    Presiden Prabowo mengkritik Hasan karena kurang berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait tanggapannya mengenai kepala babi. “Ucapan itu menurut saya ceroboh dan salah. Saya rasa beliau menyesal,” ungkap Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dalam wawancara dengan tujuh media di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 6 April 2025.

    Prabowo menjelaskan bahwa kesalahan komunikasi yang dilakukan oleh anak buahnya disebabkan oleh mereka yang baru menjabat di pemerintahan. Ia menambahkan bahwa banyak dari mereka berasal dari latar belakang yang beragam dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan cara berkomunikasi di publik.

    Di sisi lain, Prasetyo Hadi membantah bahwa penunjukannya sebagai juru bicara presiden disebabkan oleh buruknya komunikasi dari Kantor Komunikasi Kepresidenan dalam menjelaskan kebijakan dan sikap pemerintah. Menurut Prasetyo, penugasan barunya justru bertujuan untuk memperkuat kebijakan yang ada.

    “Jika ada yang kurang, kami akan melakukan perbaikan. Pemerintah, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, dengan tegas menyatakan bahwa kami menyadari adanya kekurangan dan akan segera memperbaikinya,” ujar Prasetyo. (Red-033)