Viral Pelajar Curhat Ikut Pendidikan Militer Dedi Mulyadi

    0
    102

    Bukan karena Nakal: Cuman Disuruh Guru BK

     

    BANDUNG, Cakrayudha-hankam.com – Sebuah curhatan dari seorang siswa SMA yang mengikuti pendidikan militer menjadi viral di media sosial. Siswa tersebut, yang bernama Salhan, mengungkapkan bahwa ia masuk ke barak militer bukan karena perilaku nakal atau masalah di sekolah. Ia menjelaskan alasannya bergabung dengan program yang diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah meluncurkan program ini dengan tujuan memasukkan siswa yang bermasalah ke dalam barak militer untuk mengikuti pendidikan karakter. Program pendidikan militer ini telah dimulai sejak awal Mei 2023, dengan Kabupaten Purwakarta dan Bandung sebagai dua daerah pertama di Jawa Barat yang melaksanakan inisiatif tersebut.

    Dedi Mulyadi menjelaskan berbagai kategori siswa yang dikirim ke barak militer untuk menerima pendidikan karakter. Dalam pernyataannya kepada media pada akhir April 2025, KDM menyebutkan bahwa para pelajar yang masuk ke barak militer adalah mereka yang telah melakukan pelanggaran, baik ringan maupun berat, termasuk pelaku tawuran.

    “(Siswa yang masuk barak militer) adalah mereka yang terlibat tawuran, penyalahgunaan alkohol, kecanduan permainan mobile legend, yang sering tidur larut malam, melawan orang tua, melakukan ancaman, mengganggu ketertiban di sekolah, sering bolos, dan berangkat ke sekolah tetapi tidak sampai,” ungkap Dedi Mulyadi, seperti yang dilansir dari tayangan Youtube SCTV pada 29 April 2025.

    Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan tentang jenis pendidikan kedisiplinan yang akan diterima oleh para siswa di barak militer. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang masuk ke barak militer tetap akan mendapatkan pendidikan yang setara dengan siswa pada umumnya.

    (Pendidikan militer) Durasi program ini bisa berlangsung enam bulan hingga satu tahun. Para siswa tetap menjalani proses belajar mengajar di sekolah, dengan guru yang mengajar di lingkungan tersebut. Perbedaannya adalah kegiatan ini dilaksanakan di area kompleks militer atau Polri. “Nantinya akan ada ruang kelas dan guru yang berkunjung,” jelas Dedi Mulyadi.

    Salah satu siswa SMA, Salhan, berbagi pengalamannya mengikuti program yang diinisiasi oleh Gubernur tersebut. Melalui akun TikTok-nya, siswa asal Sukabumi, Jawa Barat, ini membagikan momen berharga saat tinggal di barak militer. Dalam foto dan video yang diunggah, Salhan terlihat bangga berpose di depan banner besar yang bertuliskan pendidikan karakter Pancasila di kompleks militer.

    Salhan juga membagikan momen ketika ia dan rekan-rekannya tidur di barak militer. Dalam unggahan tersebut, ia turut menyertakan foto pertemuannya dengan Dedi Mulyadi. Dengan bangga, Salhan mengungkapkan kebahagiaannya menjadi bagian dari kloter pertama siswa yang dikirim ke barak militer.

    Kloter pertama program barak Kang Dedi, yang disebut “bapa aing” oleh Salhan dalam unggahannya di TikTok @salhann1. Ia bertanya, “Masuk barak = masuk sini kasus apa?”

    Postingan Salhan menjadi viral dan ditonton oleh jutaan netizen, di mana ia juga membagikan curhatannya. Unggahan tersebut memicu berbagai komentar dari netizen yang penasaran mengenai jenis kenakalan yang membuat Salhan masuk ke barak militer.

    Banyak netizen yang mendoakan agar Salhan dapat berubah menjadi siswa yang lebih baik setelah menyelesaikan masa di barak militer. “Tolong bro, setelah keluar, tunjukkan bahwa kamu adalah solusi, bukan masalah dalam hidup,” ungkap salah satu netizen. (Red-033)