Ungkap Penyegelan Eiger Camp, Ada Apa?

    0
    91

    Bandung, Cakrayudha-hankam.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan bahwa proyek wisata Eiger Camp di lereng Gunung Tangkuban Parahu, Bandung Barat, telah disegel karena adanya potensi risiko bencana.

    “Saya melakukan inspeksi ke lokasi kemarin. Menurut saya, posisinya sangat tinggi, berada di kebun teh yang paling ujung, dan terdapat bangunan beton. Ini menunjukkan adanya potensi kerawanan bencana,” ujarnya di Bandung pada Minggu malam, 30 Maret 2025.

    Mengenai perizinan, ia mencatat bahwa ada izin tertulis yang dipasang di lokasi oleh pihak Eiger. Namun, Bupati Bandung Barat mengaku belum melihat barcode perizinan untuk proyek tersebut.

    Namun, dia menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang, mengingat setelah bencana terjadi, sulit untuk membedakan antara proyek yang memiliki izin dan yang tidak.

    “Proyek tanpa izin tidak menjamin terhindar dari bencana, begitu pula proyek yang memiliki izin. Bencana bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

    Dia menjelaskan bahwa penyegelan ini bertujuan untuk menghentikan sementara pembangunan Eiger Camp dan memberikan kesempatan kepada tim ahli untuk melakukan evaluasi ilmiah.

    “Saya minta agar proyek ini dihentikan sementara. Biarkan tim ahli yang menilai dan bertanggung jawab atas aspek studi ini, apakah lokasi tersebut berisiko bencana atau tidak. Ini bukan tanggung jawab saya atau dinas teknis, karena sudut pandang mereka mungkin dipengaruhi oleh kepentingan dan tidak objektif,” katanya.

    Sebelumnya, perusahaan alat petualangan Eiger mengungkapkan bahwa dokumen perizinan untuk Eiger Camp, yang terletak di kaki Gunung Tangkuban Parahu di Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, telah lengkap dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Jemy Septendi, penyusun dokumen amdal Eiger Camp dari PT Mitra Reka Buana, menjelaskan bahwa proses perizinan Eiger Camp telah dilakukan jauh sebelumnya dan mematuhi semua prosedur yang ditetapkan oleh peraturan.

    “Dokumen dan perizinan sudah lengkap, termasuk dokumen amdal. Koefisien dasar bangunan juga hanya dua persen dari izin yang diberikan,” kata Jemy di Bandung, Jumat (28/3).

    Pernyataan ini muncul sehubungan dengan beredarnya foto pembukaan lahan di Desa Karyawangi.

    Foto ini menunjukkan aktivitas proyek pembukaan lahan, yang mencakup penggalian dan pengurukan untuk pembangunan jalan dan bangunan.

    Luas lahan yang dibuka diperkirakan lebih dari 5 hektare. Dalam foto tersebut, terlihat lokasi tanaman teh, yang kontras dengan kondisi sekitarnya, yang terkait dengan proyek Eiger Camp.

    Dokumen perizinan untuk proyek Eiger Camp telah beredar di aplikasi percakapan WhatsApp.

    Terdapat delapan dokumen, mulai dari pengajuan izin kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pengesahan site plan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, analisis dampak lingkungan, dokumen analisis dampak lalu lintas (andalalin), hingga surat persetujuan untuk bangunan gedung. (Red-033)