Tragedi di Hutan Papua

    0
    48

    Sekjen OPM, Mellyus Okbam Tepmul, Meninggal Dunia Tanpa Akses Medis

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Berita duka datang dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan meninggalnya Sekretaris Jenderal Umum OPM, Mellyus Okbam Tepmul. Kematian ini terjadi dalam keadaan yang sangat menyedihkan, di mana ia tidak menerima perawatan medis yang memadai akibat keterbatasan fasilitas dan mobilitas kelompok yang beroperasi secara rahasia di hutan dan daerah terpencil Papua.

    Seorang mantan simpatisan OPM yang meminta namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Mellyus mulai memburuk sejak awal Mei 2025. “Dia mengalami demam tinggi, sesak napas, dan semakin lemah. Sayangnya, mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan pengobatan karena takut keluar dari hutan dan terdeteksi oleh pihak luar,” ujarnya pada Minggu (29/6/2025).

    Kematian Mellyus merupakan pukulan berat bagi OPM, mengingat perannya yang sangat penting dalam mengatur strategi komunikasi dan logistik organisasi tersebut. Ironisnya, seorang pemimpin yang begitu gigih memperjuangkan aspirasi kelompoknya harus mengakhiri hidupnya dalam kesendirian, tanpa akses ke fasilitas dasar untuk bertahan hidup.

    Simon Feran, seorang tokoh masyarakat Papua dari wilayah Saireri, menyampaikan pandangannya dengan tegas. “Jika pemimpin mereka saja tidak dapat diselamatkan karena keterbatasan akses medis, bagaimana mungkin mereka dapat memperjuangkan kehidupan rakyat Papua? Ini adalah cerminan nyata dari kegagalan total,” ujarnya.

    Pendeta Yeremias Kossay dari Gereja Injili di Tanah Papua (GITP) menyampaikan keprihatinannya. Ia mengatakan, “Setiap orang berhak mendapatkan perawatan medis saat sakit. OPM telah menutup diri dari dunia luar, bahkan ketika nyawa pemimpinnya terancam. Ini adalah contoh tragis bagaimana perjuangan dapat berakhir dalam kehancuran, bukan dengan solusi damai.” Pernyataan ini disampaikan dalam khotbah duka.

    Kematian Mellyus Okbam Tepmul memberikan pelajaran berharga bahwa kekerasan hanya akan menimbulkan penderitaan. Papua, seperti daerah lainnya, memerlukan kedamaian, pembangunan, dan kasih sayang, bukan konflik yang tiada akhir. (Red-033)