Soal Tambang Nikel Ancam Raja Ampat

    0
    65

    Menteri LH: Saya Segera Ambil Langkah Hukum

     

    DENPASAR, Cakrayudha-hankam.com – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofi, mengumumkan rencananya untuk segera mengunjungi kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai secara langsung dampak dari aktivitas pertambangan nikel yang dapat mengancam ekosistem pariwisata di wilayah tersebut.

    “Insya Allah, saya akan segera berkunjung ke Raja Ampat untuk melihat langsung isu yang telah disorot oleh media dan masyarakat. Kami akan segera ke sana,” ujar Hanif dalam acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang berlangsung di Pantai Kuta, Bali, pada Kamis (5/5/2025).

    Hanif menambahkan bahwa setelah melakukan penelitian dan penilaian langsung terhadap aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat, pihaknya akan mengambil langkah hukum yang diperlukan.

    Raja Ampat terkenal karena kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, baik di daratan maupun di lautan. Selain itu, UNESCO telah mengakui kawasan ini sebagai geopark global. “Kami akan segera mengambil tindakan hukum terkait kegiatan di Raja Ampat setelah melakukan kajian yang diperlukan,” ujarnya.

    Sebelumnya, informasi mengenai kerusakan lingkungan di kawasan pariwisata Raja Ampat disampaikan oleh NGO Greenpeace Indonesia. Dalam laporan mereka yang dihasilkan dari perjalanan menelusuri Tanah Papua tahun lalu, ditemukan adanya aktivitas pertambangan di beberapa pulau di Raja Ampat, termasuk Pulau Gag, Pulau Kawe, dan Pulau Manuran. Ketiga pulau tersebut tergolong sebagai pulau kecil yang seharusnya tidak boleh ditambang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. (Red-033)