Sindir Calon Ketua Partai Golkar Sulsel Tanpa Prestasi Tahu Diri

    0
    133

    SULAWESI SELATAN, Cakrayudha-hankam.com – Idrus Marham, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, mengungkapkan bahwa semua calon ketua DPD Partai Golkar telah bertemu dengannya.

    Pernyataan tersebut disampaikan saat acara makan malam di Aroma Labakkang, Jl. Chairil Anwar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (10/4/2025).

    Idrus menekankan pentingnya bagi setiap calon untuk menyadari dedikasi dan prestasi mereka terhadap Partai Golkar.

    “Contohnya, apakah prestasi Partai Golkar di Sulsel saat ini hanya berstatus wakil ketua DPRD, padahal sebelumnya ketua DPRD?” ujarnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya prestasi calon ketua yang akan datang.

    “Politik itu dinamis, sehingga Partai Golkar perlu dipimpin oleh individu yang memiliki rekam jejak prestasi dan dedikasi terhadap partai,” tambahnya.

    “Golkar tidak ingin ada calon ketua yang hanya mengandalkan tokoh tertentu; kami menginginkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa partai ini ke arah yang lebih baik di masa depan,” tegas tokoh asal Sulawesi Selatan ini.

    Partai Golkar memiliki kriteria utama dalam memilih calon, yaitu Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Integritas (PDLT).

    Beberapa ketua Partai Golkar yang menunjukkan prestasi mencolok antara lain Ketua DPD Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin; Ketua Partai Golkar Luwu Utara, Indah Putri Indriani; Ketua Partai Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak; dan Ketua Partai Golkar Parepare, Erna Rasyid.

    Munafri Arifuddin, sebagai Ketua Partai Golkar Makassar, berhasil mengangkat posisi partai dari peringkat keempat menjadi runner-up, sehingga Partai Golkar berhasil meraih enam kursi.

    Sebenarnya, jumlah suara yang diperoleh Golkar mencapai 97.209, yang merupakan angka tertinggi, melebihi Partai Nasdem yang mendapatkan 94.756 suara. Namun, meskipun Golkar unggul dalam jumlah suara, Nasdem berhasil meraih 8 kursi.

    Prestasi paling membanggakan dari Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, adalah terpilihnya ia sebagai Wali Kota Makassar dalam Pemilihan Wali Kota 2024 yang lalu.

    Pada saat itu, Partai Golkar berhasil mengalahkan Partai Nasdem.

    Dalam wawancara sebelumnya dengan Tribun, Appi menyatakan bahwa ia tidak keberatan bersaing dengan banyak kader.

    Ia juga harus menghadapi mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dalam persaingan untuk kursi Ketua Golkar Sulsel.

    “Proses ini melibatkan persaingan dan kompetisi yang harus kita hadapi. Penting bagi kita untuk menjaga solidaritas tanpa saling mencederai dalam proses ini,” kata Appi saat diwawancarai di Kantor DPRD Makassar, Sabtu (8/2/2025).

    **Indah Putri Indriani**
    Indah Putri Indriani, Ketua DPD Partai Golkar Luwu Utara, kini menjadi salah satu calon untuk posisi ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan.

    Prestasinya di Luwu Utara sangat mengesankan, berhasil mengantarkan Golkar meraih kemenangan dalam Pemilu 2024.

    Di bawah kepemimpinannya, Golkar memperoleh 54.693 suara, yang berkonversi menjadi 11 kursi.

    Indah telah menjabat sebagai Bupati Luwu Utara selama dua periode.

    Saat ini, ia tidak memegang jabatan publik.

    **Andi Kaswadi Razak**
    Andi Kaswadi Razak, Ketua DPD Partai Golkar Soppeng, diakui sebagai salah satu ketua Golkar yang paling sukses saat ini.

    Di bawah kepemimpinannya, Golkar tidak pernah kalah di Kabupaten Soppeng.

    Pada Pemilu 2024, Golkar berhasil meraih 12 kursi.

    Meskipun mencapai kesuksesan tersebut, Kaswadi kini tidak lagi menjabat sebagai pejabat publik.

    Ia baru saja menyelesaikan masa jabatannya di Kabupaten Soppeng setelah pelantikan bupati pada Februari 2025.

    Erna Rasyid
    Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Parepare, Erna Rasyid berhasil mempertahankan kekuasaan Golkar di kota Bandar Madani.

    Ia merupakan istri dari Taufan Pawe, Ketua Golkar Sulsel, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan.

    Partai Golkar Parepare memperoleh 16.379 suara, yang berhasil dikonversi menjadi lima kursi.

    Dengan demikian, kursi Ketua DPRD Parepare tetap dipegang oleh Partai Golkar. (Red-033)