PANGKEP SULSEL, Cakrayudha-hankam.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS), Yulianto Ardiwinata, mengadakan refleksi terkait hasil penanganan pelanggaran yang dilakukan oleh timnya selama tahapan pemilu dan pemilihan tahun 2024.
Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan sebuah kisah teladan dari Rasulullah SAW yang berkaitan dengan penegakan hukum.
“Ada sebuah kisah yang menggambarkan kemarahan Rasulullah SAW terhadap penegakan hukum yang tidak adil, yang diceritakan oleh Sayyidah Aisyah, istri Rasulullah SAW,” jelasnya.
“Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW pernah menunjukkan kemarahan kepada salah satu sahabatnya yang berpotensi menerapkan hukum secara tidak adil,” tambah Yulianto.
“Dari kisah Rasulullah SAW, kita belajar bahwa hukum seharusnya tidak hanya tegas terhadap yang lemah, tetapi juga harus adil terhadap yang kuat,” tegasnya di hadapan mantan ketua dan anggota Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Pangkep dalam acara ngabuburit pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Pangkep pada Rabu, 19 Maret 2025.
Mengacu pada kisah tersebut, ia memberikan apresiasi kepada timnya atas upaya penegakan hukum yang dilakukan selama tahapan pemilu dan pemilihan tahun 2024.
“Pada rezim pemilu dan pemilihan kemarin, rekan-rekan telah menunjukkan kinerja yang luar biasa, terutama di Kecamatan Segeri dalam hal penegakan hukum. Saya percaya, sesuai dengan tagline kita, Inshaa Allah kita akan bersama-sama menjaga demokrasi kita,” tutupnya. (Red-033)

