Membaca Harapan di Balik Batas

    0
    137

    Marinir Ajarkan Anak Papua yang Putus Sekolah

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Di Kampung Logpon, Kabupaten Yahukimo, sebuah cahaya kecil bersinar, bukan dari lampu, melainkan dari semangat belajar anak-anak Papua yang selama ini terputus dari pendidikan. Di balik seragam loreng mereka, para prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai pengajar dan penyebar harapan, pada Kamis (15/05/2025).

    Menghadapi tantangan terbatasnya akses pendidikan formal di daerah pegunungan Papua, Satgas Yonif 1 Marinir secara rutin menyelenggarakan kelas belajar nonformal di balai kampung. Di sinilah anak-anak yang sebelumnya kehilangan kesempatan untuk bersekolah dapat kembali belajar mengenal huruf, angka, dan wawasan kebangsaan.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kami untuk membangun, bukan hanya menjaga. Kami ingin memberikan semangat baru bagi adik-adik di sini agar mereka menyadari bahwa masa depan mereka tetap cerah,” ungkap Dansatgas Letkol Marinir Siswanto dengan penuh keyakinan.

    Kegiatan belajar ini tidak hanya fokus pada pengajaran membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak untuk bermimpi kembali. Mereka menyambut para prajurit dengan senyuman malu-malu, namun penuh semangat setiap kali pelajaran dimulai.

    Warga Kampung Logpon menyambut inisiatif ini dengan antusiasme tinggi. “TNI datang bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan pengetahuan,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.

    Menanggapi upaya ini, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto memberikan apresiasi dan dukungannya. “TNI hadir untuk membawa perubahan. Program pendidikan seperti ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya menjaga batas, tetapi juga membangun masa depan anak-anak Papua. Dengan pendidikan, kita menyalakan harapan,” tegasnya.

    Tindakan Satgas Yonif 1 Marinir mengingatkan kita bahwa di daerah-daerah terpencil, harapan masih dapat berkembang. Dengan prajurit yang tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kepedulian yang mendalam, pendidikan kembali menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Papua.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)