Loreng Kasih di Bukit Sion

    0
    46

    TNI dan Jemaat Satukan Hati Sambut Paskah di Tanah Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan pegunungan dan kesejukan pagi di Sinak, terdengar langkah-langkah yang tidak biasa menuju sebuah rumah ibadah. Bukan dalam formasi militer, melainkan dengan alat kebersihan seperti sapu dan cangkul, serta senyuman di wajah. Para prajurit dari Pos Titik Kuat Kout Sinak, Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti, menyambut Paskah dengan cara yang berbeda, yaitu dengan menebarkan kasih sayang, bukan senjata. Ini terjadi pada Sabtu, 19 April 2025.

    Gereja Kristen Injili III Tanah Papua, Jemaat Bukit Sion, Klasis Nabire, menjadi saksi bagaimana seragam loreng dan jemaat bersatu dalam harmoni. Mereka bersama-sama membersihkan halaman gereja, memangkas rumput liar, menyusun bangku, dan menata ulang ruang ibadah; semua dilakukan dengan semangat kebersamaan, tanpa sekat dan tanpa perintah.

    “Gereja ini bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan jantung spiritual masyarakat. Kami ingin hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk memelihara semangat kebersamaan. Ini adalah bentuk pengabdian tulus kami kepada rakyat,” ungkap Lettu Inf Iwan Simon, Komandan Pos Sinak, dengan penuh semangat.

    Paskah, yang melambangkan kebangkitan, pengampunan, dan harapan, kini terwujud dalam aksi nyata: gotong royong yang menyatukan TNI dan jemaat dalam semangat cinta kasih. Anak-anak turut serta memungut sampah, para ibu menyumbangkan air minum dan makanan ringan, sementara para prajurit dengan sigap membersihkan selokan dan menyapu lantai gereja.

    Sejak pagi hingga siang, tidak hanya halaman gereja yang dibersihkan, tetapi juga hati yang semakin dekat. Batas antara loreng dan masyarakat seolah menghilang; yang tersisa hanyalah tawa, obrolan hangat, dan rasa syukur atas kebersamaan.

    Kini, Gereja Bukit Sion tidak hanya bersih dan siap untuk merayakan Paskah, tetapi juga menyimpan kenangan indah tentang hari di mana kasih sayang dan kemanusiaan hadir dalam bentuk yang paling murni. Karya bakti ini mencerminkan bahwa di tengah tantangan di Papua, perdamaian masih bisa tumbuh asalkan ada niat tulus untuk merangkul, bukan menjauh.

    Paskah di Papua Pegunungan tahun ini dirayakan tidak hanya melalui nyanyian rohani, tetapi juga dengan tindakan kasih yang menggerakkan hati. Prajurit TNI telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pelindung negara, tetapi juga penjaga perdamaian dan harapan di tanah yang diberkati ini.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)