Dibayar dengan Senyum: Prajurit TNI Borong Hasil Tani

    0
    82

    Hangatkan Paskah Warga Pegunungan Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik kabut yang menyelimuti Bandara Sinak menjelang Paskah yang penuh harapan, para prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti Pos Sinak Bandara menciptakan momen yang mengesankan. Mereka tidak datang dengan senjata atau perintah, melainkan dengan empati: membeli hasil pertanian dari mama-mama Papua sebagai wujud kasih dan dukungan nyata bagi masyarakat yang mereka lindungi, pada Sabtu (19/04/2025).

    Di tengah keindahan alam Pegunungan Papua, terlihat sebuah momen langka: prajurit berseragam duduk dengan santai di atas tikar sederhana, tertawa dan berbincang dengan para petani lokal. Pisang manis, sayur segar, buah merah, dan rempah-rempah berpindah tangan, bukan sebagai barang dagangan, tetapi sebagai simbol kepedulian.

    “Kami tidak hanya bertugas menjaga wilayah. Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan mereka,” kata Lettu Inf Karel, Danpos Sinak Bandara. “Dengan membeli hasil tani ini, kami berharap warga dapat merayakan Paskah dengan hati yang lebih bahagia.”

    Tidak ada negosiasi. Setiap lembar uang yang diberikan bukan hanya untuk membeli hasil panen, tetapi juga untuk menghadirkan senyuman dan rasa aman. Para prajurit pun dengan sukarela membantu mengangkat dan mengemas barang dagangan, sambil mendengarkan cerita-cerita sehari-hari para petani.

    Salah satu ibu dari Papua, dengan mata yang berkaca-kaca, mengungkapkan, “Saya sangat senang, tentara datang dan membeli semuanya. Saya bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan memasak untuk Paskah.”

    Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi ini mencerminkan sisi TNI yang hangat dan humanis. Satgas Yonif 700/WYC terus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam setiap tugasnya, terutama di daerah terpencil yang sering kali terabaikan.

    “TNI hadir bukan hanya untuk menjaga batas, tetapi juga untuk menjaga harapan,” menjadi semangat yang terpancar dari para prajurit yang dengan penuh keyakinan berbaur, memeluk, dan memberdayakan masyarakat.

    Kisah sederhana ini mencerminkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya sekadar slogan, melainkan merupakan semangat yang terus mengalir di seluruh penjuru negeri, terutama di tanah Papua yang indah dan penuh energi.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)