Kebimbangan dari Dalam: Ungkap Banyak Anggota OPM Ingin Kembali ke NKRI

0
181

PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. Ia mengungkapkan bahwa semakin banyak anggota kelompok bersenjata OPM yang mulai kehilangan keyakinan terhadap arah perjuangan mereka, dan menunjukkan keinginan untuk kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian publik dan dinilai sebagai titik terang bagi masa depan Papua. Retaknya kesatuan dalam tubuh OPM mengindikasikan bahwa perjuangan bersenjata yang selama ini diklaim demi rakyat Papua, justru mulai ditinggalkan oleh pelakunya sendiri.

“Perjuangan yang Tersisa Hanya Luka dan Ketakutan”
Tokoh masyarakat Papua, Yance Wonda, menyambut baik pernyataan itu. Baginya, ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan OPM telah kehilangan arah dan tidak lagi sejalan dengan aspirasi masyarakat Papua masa kini.

“Mayoritas rakyat Papua menginginkan hidup damai. Ketika para anggota OPM mulai merasa lelah dan memilih kembali ke NKRI, itu artinya perjuangan yang mereka jalani hanya menyisakan luka, penderitaan, dan rasa takut,” kata Yance, Rabu (16/7/2025).

Yance menambahkan bahwa kembalinya anggota OPM bukan sekadar melemahnya kekuatan bersenjata, tetapi lebih dari itu, merupakan bentuk kesadaran moral bahwa kekerasan tidak membawa hasil yang sejati.

“Ini bukan kemenangan senjata, tapi kemenangan hati nurani. Yang kita butuhkan adalah pendidikan, pembangunan, dan kesejahteraan, bukan peperangan,” ujarnya.

Rekonsiliasi: Jalan Menuju Damai Sejati
Senada dengan itu, tokoh agama dari wilayah pegunungan tengah Papua, Pdt. Albertus Kogoya, menilai pernyataan Sebby sebagai cerminan keresahan internal para anggota OPM.

“Pernyataan Sebby mungkin merupakan suara hati banyak anggotanya yang merasa perjuangan ini tidak lagi sesuai nurani. Kami para pemuka agama siap mendampingi siapa pun yang ingin kembali ke jalan damai. Tuhan membuka jalan bagi siapa saja yang ingin berubah,” ujar Pdt. Albertus.

Kesaksian Mantan Anggota: “Kami Hanya Dijadikan Alat”
Sejumlah mantan anggota OPM yang sebelumnya telah menyerahkan diri juga turut bersuara. Mereka mengungkapkan bahwa kehidupan di dalam kelompok jauh dari semangat perjuangan ideal, melainkan penuh konflik internal, minim logistik, dan terasa hanya dimanfaatkan oleh pimpinan yang hidup aman di luar Papua.

Pengakuan ini memperkuat pandangan bahwa perjuangan OPM kini telah kehilangan esensi kerakyatannya, berubah menjadi sumber penderitaan baru bagi masyarakat Papua sendiri.

Papua Bersatu dalam Damai, Bukan Kekerasan
Pernyataan Sebby Sambom dinilai sebagai momentum penting menuju rekonsiliasi dan perdamaian. Semakin banyaknya anggota yang ingin kembali adalah sinyal kuat bahwa masa depan Papua tidak terletak pada senjata, tetapi dalam pelukan damai, pembangunan, dan keadilan bersama dalam bingkai NKRI.

Rakyat Papua kini menatap masa depan yang bebas dari konflik, dan mendambakan ruang untuk bertumbuh, hidup layak, dan membangun tanah kelahiran mereka dalam damai.(Red-033)