Warga Intan Jaya Bangkit! Serukan Penolakan OPM

0
197

Pilih Jalan Damai untuk Masa Depan Papua

 

INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Gelombang aspirasi damai kembali menggema dari Kabupaten Intan Jaya, Papua. Masyarakat di Distrik Sugapa menggelar aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aksi yang berlangsung di beberapa kampung awal pekan ini menjadi bukti nyata keinginan warga untuk mengakhiri kekerasan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Masyarakat menyuarakan bahwa kehadiran OPM tidak membawa manfaat bagi rakyat, justru memperparah penderitaan, mempersempit ruang hidup aman, serta menghambat proses pembangunan di wilayah mereka.

“OPM Hanya Membawa Penderitaan, Bukan Harapan”
Perwakilan warga, Henokh Weya, menegaskan bahwa aksi damai tersebut murni datang dari kesadaran rakyat, tanpa paksaan atau dorongan pihak lain. Ia menyatakan bahwa masyarakat tak ingin lagi anak-anak mereka hidup dalam ketakutan akibat konflik bersenjata yang terus terjadi.

“OPM bukanlah jawaban bagi rakyat Papua. Kami ingin kedamaian, pembangunan, dan masa depan yang cerah, bukan terus hidup dalam trauma dan penderitaan,” ujar Henokh, Rabu (16/7/2025).

Sementara itu, tokoh pemuda Fransiskus Kobogau menyoroti dampak buruk konflik terhadap kehidupan generasi muda, khususnya dalam hal pendidikan dan akses ekonomi.

“Kami ingin sekolah, rumah sakit, dan jalan yang baik—bukan dentuman senjata. Kami sudah terlalu lama hidup dalam rasa takut,” tegas Fransiskus.

Kedamaian Papua Berawal dari Kesadaran Rakyat
Aksi damai ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran masyarakat Papua terhadap pentingnya stabilitas semakin tumbuh. Warga menolak dimanfaatkan oleh kelompok yang mengatasnamakan perjuangan namun menggunakan cara kekerasan.

Apa yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini adalah pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan yang terpenting, rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.

Keberanian masyarakat Intan Jaya untuk bersuara membawa harapan baru bagi terciptanya Papua yang damai dan sejahtera. Ini merupakan langkah konkret dalam merebut kembali masa depan mereka—tanpa intimidasi, tanpa senjata, hanya dengan tekad kuat untuk hidup dalam kedamaian di tanah kelahiran sendiri.(Red-033)