Ibu PKK Kecapi Bangkit! TMMD dan JeGeG Cetak Pejuang Lingkungan

    0
    96

    JEPARA, Cakrayudha-hankam.com – Pembangunan di Desa Kecapi tidak hanya terbatas pada infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Dalam rangka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124, Kodim 0719/Jepara bekerja sama dengan komunitas Jepara Green Generation (JeGeG) untuk memberdayakan ibu-ibu PKK melalui pelatihan yang inovatif: pembuatan kompos dari limbah dapur.

    Pada Senin (12/5/2025), Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., hadir langsung untuk meninjau pelatihan yang berlangsung di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan. Antusiasme para ibu sangat mengesankan. Dengan mengenakan celemek dan membawa ember, mereka mengubah sisa-sisa dapur menjadi pupuk berkualitas tinggi untuk tanaman.

    “Program seperti ini merupakan inti dari TMMD. Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya membangun pola pikir, kepedulian, dan keterampilan masyarakat,” ungkap Dandim saat menyaksikan pelatihan berlangsung.

    Program ini tidak hanya mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat rumah tangga. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan secara pribadi atau dijual untuk menambah penghasilan.

    Letkol Khoirul menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan komunitas seperti JeGeG dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. “Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat melahirkan komunitas-komunitas pengelola sampah mandiri, dimulai dari dapur ibu-ibu PKK,” ujarnya.

    Tim JeGeG secara langsung memandu proses pelatihan, mulai dari mengenali limbah organik yang dapat dikomposkan, cara melakukan fermentasi alami, hingga memberikan tips penggunaan kompos untuk tanaman di rumah. Para peserta juga diajak untuk praktik langsung agar metode ini dapat dengan mudah diterapkan di rumah masing-masing.

    Ketua PKK Desa Kecapi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan kepada para ibu di desanya. “Kami sangat bersemangat. Selama ini, sampah dapur hanya dibuang; kini kami menyadari bahwa itu bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat,” ujarnya.

    Dengan semangat dan senyum bangga, para ibu pulang membawa pengetahuan baru dan harapan yang segar. Program TMMD sekali lagi menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan beton dan semen, tetapi juga tentang menciptakan generasi yang peduli lingkungan dan mandiri, dimulai dari jantung rumah: dapur. (Pendim 0719/Red-033)