DPRD DKI Dorong Pemprov ‘Gercep’ Atasi Marak PHK

    0
    97

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang terjadi belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini terjadi di tengah menurunnya daya beli masyarakat, yang sudah mulai terlihat sejak Lebaran lalu. Menurut Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), daya beli masyarakat mengalami penurunan sebesar 25 persen pada periode tersebut.

    Menanggapi situasi ini, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Eustacia, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah-langkah dalam mengatasi masalah ini. Ia mengusulkan penyelenggaraan job fair dan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri bagi warga Jakarta.

    “Langkah ini penting agar masyarakat dapat kembali bekerja dan daya beli mereka pulih, sehingga dapat mendukung perekonomian Jakarta,” ungkapnya pada Senin (12/5/2025).

    “Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang baru-baru ini terjadi merupakan pukulan berat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin memburuk,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta perlu memberikan pelatihan kepada warga dengan mengerahkan unit pelatihan bergerak ke kelurahan-kelurahan di Jakarta.

    Menurut laporan dari World Economic Forum (WEF), pada tahun 2025, diperkirakan akan ada peningkatan permintaan untuk pekerjaan seperti spesialis big data, insinyur teknologi keuangan, spesialis kecerdasan buatan, dan spesialis manajemen data. “Kami berharap warga Jakarta yang terkena PHK dapat dengan mudah beralih profesi dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” tambah Francine. (Red-033)