Mbah Legipah dan Tangan Kasih TMMD

    0
    80

    Saat Seragam Loreng Menyeka Air Mata Sunyi

     

    JEPARA, Cakrayudha-hankam.com – Di sudut tenang Desa Kecapi, tepatnya di Dukuh Grobogan RT 044 RW 08, tinggal seorang perempuan tua bernama Mbah Legipah. Ia menjalani hari-harinya dalam kesunyian, mengenang masa lalu, setelah kehilangan anak semata wayangnya yang telah berpulang.

    Namun, pada pagi hari Senin (12/5/2025), suasana di rumah sederhana Mbah Legipah berubah. Ketukan di pintu kayu lapuknya bukan berasal dari keluarga atau tetangga, melainkan dari sekelompok prajurit berseragam loreng. Tim Satgas TMMD Reguler ke-124 Kodim 0719/Jepara datang membawa harapan, perhatian, dan kasih sayang melalui aksi sosial yang bertajuk “Dompet Peduli.”

    “Rasanya seperti mimpi. Saya tidak pernah menyangka akan dikunjungi oleh tentara. Terima kasih, nak… terima kasih banyak,” ucap Mbah Legipah dengan suara lembut, matanya berkaca-kaca.

    Dalam program ke-57 “Dompet Peduli,” tim memberikan bantuan tunai kepada Mbah Legipah. Bantuan ini bukan hanya sekadar dukungan materi, tetapi juga merupakan simbol kemanusiaan dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.

    Program ini merupakan bagian dari kegiatan non-fisik TMMD, yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan. Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., melalui Danramil 11/Tahunan, Lettu Edi Sulistiyono, menjelaskan bahwa TMMD hadir tidak hanya untuk membangun jalan, tetapi juga untuk menumbuhkan harapan dan kasih sayang di masyarakat.

    “Kami meyakini bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya terletak pada beton dan aspal, tetapi juga pada kepedulian dan empati. Itulah yang kami bawa melalui TMMD,” kata Danramil.

    Kunjungan ke rumah Mbah Legipah juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi yang memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Warga setempat hadir untuk menyambut dan mendukung program ini, dengan harapan agar lebih banyak masyarakat yang dapat dijangkau dan diperkuat melalui inisiatif serupa.

    TMMD bukan hanya sekadar program tahunan; ia telah menjadi wujud kasih Tuhan di dunia, hadir di saat-saat yang paling dibutuhkan, menghapus air mata mereka yang hampir terlupakan. Pada hari itu, Mbah Legipah tidak lagi sendirian. Ia dikelilingi oleh cinta, perhatian, dan penghormatan dari para penjaga negeri. (Pendim 0719/Red-033)