12 Anggota Ormas Lakukan Premanisme Ditangkap

    0
    53

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Polda Metro Jaya telah menangkap 12 anggota organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat dalam praktik premanisme. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa para anggota ormas tersebut kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

    “Detail mengenai ormas mana saja yang terlibat akan kami pastikan lebih lanjut,” kata Ade Ary dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Selasa, 20 Mei 2025.

    Selain menangkap anggota ormas, polisi juga melakukan penertiban terhadap ratusan atribut ormas yang terpasang di berbagai fasilitas umum. Ia menyebutkan bahwa selama Operasi Berantas Jaya 2025, petugas telah melepas sekitar 405 atribut. “Sebaran atribut ormas paling banyak ditemukan di wilayah Kota Bekasi,” tambahnya.

    Ade Ary mengungkapkan bahwa dalam operasi yang berlangsung selama sebelas hari, polisi telah menangkap 2.406 orang yang diduga terlibat dalam premanisme di Jakarta dan sekitarnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231 orang telah terbukti melakukan tindak pidana. Mereka kini ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

    Menurut Ade Ary, ribuan orang yang ditangkap terdiri dari individu, anggota organisasi masyarakat, oknum debt collector, serta anggota geng motor yang diduga berencana melakukan tawuran. Dalam operasi yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, bentuk premanisme yang ditangani meliputi pemerasan, penganiayaan, pengeroyokan, begal, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta kepemilikan senjata tajam tanpa izin. “Kami berhasil mengamankan 72 senjata tajam,” ujarnya.

    Ade Ary juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk premanisme yang mereka saksikan atau alami secara langsung. Ia menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya kepolisian memberantas tindakan premanisme. “Kami berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam upaya pemberantasan preman ini,” tambahnya.

    Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Karyoto, telah mengarahkan jajarannya untuk melaksanakan Operasi Berantas Jaya sebagai upaya mengatasi premanisme di Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berlangsung selama lima belas hari, mulai dari 9 hingga 23 Mei 2025.

    Dalam pelaksanaan operasi ini, Karyoto mengerahkan 999 personel, yang terdiri dari 663 anggota Polri, 306 prajurit TNI, dan 30 personel dari Pemprov Jakarta. “Kami semua aparat siap turun tangan untuk menangani segala hal yang berkaitan dengan premanisme,” ungkapnya pada Jumat, 9 Mei 2025. (Red-033)