PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah sejuknya pegunungan Papua yang penuh tantangan, semangat gotong royong prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti terus berkobar. Melalui Pos Mayuberi, mereka tak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mewujudkan impian warga memiliki fasilitas pendidikan layak.
Sejak beberapa pekan terakhir, personel TNI intens melanjutkan pembangunan SD 03 Mayuberi di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak. Progres pembangunan kini mencapai 80 persen, dengan tiga ruang kelas berdiri kokoh di tengah desa. Prajurit terlihat sigap memasang dinding seng, menutup bagian depan dengan terpal, serta merapikan atap seng gelombang. Meski medan sulit dan cuaca terik, semangat warga yang turut membantu menjadi energi tersendiri.
Danpos Mayuberi, Letda Inf Arif Natsir, menargetkan pembangunan rampung sebelum 17 Agustus 2025. “Kami ingin menyerahkannya tepat di Hari Kemerdekaan RI sebagai kado istimewa bagi anak-anak Mayuberi agar mereka memiliki ruang belajar yang nyaman,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD 03 Mayuberi, Epi Tabuni, mengaku terharu atas bantuan tersebut. “Selama ini anak-anak belajar dengan fasilitas seadanya, bahkan berpindah-pindah tempat. Sekolah baru ini akan memberi semangat lebih bagi mereka untuk meraih cita-cita. Bantuan ini tidak akan pernah kami lupakan,” tuturnya.
Pembangunan ini menjadi bukti kehadiran TNI di Papua bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga mitra masyarakat dalam memajukan pendidikan. Sekolah tersebut diharapkan memutus rantai ketertinggalan pendidikan di wilayah pedalaman dan membuka harapan baru bagi generasi muda Mayuberi.
Menjelang peresmian, kebanggaan dan kebersamaan semakin terasa. Saat bendera Merah Putih berkibar pada HUT RI ke-80, sekolah baru ini akan menjadi simbol bahwa kemerdekaan adalah semangat untuk membangun, mengabdi, dan memberi masa depan yang lebih baik bagi seluruh anak bangsa, hingga pelosok Papua.
Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

