KEBUMEN, Cakrayudha-hankam.com – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2025 di Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen telah resmi ditutup. Upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I ini dipimpin oleh Dandim 0709/Kebumen, Letkol Czi Ardianta Purwandhana, S.Hub.Int. M.Han, pada Kamis, 20 Maret 2025.
Acara penutupan ini dihadiri oleh berbagai pejabat, termasuk Miftah, Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni, Kasiren Rem 072/Pmk Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Kabagren Polres Kebumen Kompol Joko Maryono, S.H., R. Agung Pambudi, S.IP., M.SI, serta Forkompinda dan Kepala OPD lainnya.
Dalam amanat upacara yang dibacakan oleh Dandim 0709/Kebumen, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si. menyampaikan bahwa program TMMD tahun 2025 mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”. Tema ini bertujuan untuk mencapai pemerataan pembangunan yang inklusif di seluruh daerah serta menciptakan ketahanan nasional yang kuat.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung dilakukan secara serentak. Selain fokus pada pembangunan fisik, program ini juga mencakup sasaran unggulan dari Kasad, yaitu TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB), penguatan ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan produktif, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan fasilitas MCK, serta kegiatan penanaman pohon dan pembersihan lingkungan untuk mendukung kelestarian alam.
Dandim juga menginformasikan bahwa pelaksanaan TMMD akan berlangsung dari 19 Februari hingga 20 Maret 2025 di Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini melibatkan 42 anggota TNI, 2 anggota Polri, 3 perwakilan dari Dinas OPD, 5 orang dari LSM, dan 40 anggota masyarakat. Anggaran yang digunakan berasal dari APBD Provinsi dan Kabupaten sebesar Rp. 220.000.000, APBDesa sebesar Rp. 200.000.000, serta swadaya masyarakat sebesar Rp. 150.000.000. Sasaran fisik dari program ini adalah pembangunan jalan rabat beton dengan panjang 897 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 0,15 meter, yang ditargetkan 100% selesai.
“Selain kegiatan fisik, juga akan dilaksanakan kegiatan non-fisik yang mencakup penyuluhan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya penggunaan narkoba, serta undang-undang ITE dan penggunaan media sosial. Selain itu, akan ada penyuluhan kesehatan mengenai penanganan stunting, peningkatan kapasitas desa wisata, serta pengepakan produk UMKM dan penjualan secara online,” jelas Dandim. (Red-033)

