Tim SFQR TNI AL Kembali Gagalkan Penyelundupan Manusia di Perairan Banyuwangi

    0
    93
    Komandan Pangkan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz, saat memberikan keterangan pers di Mako Lanal Banyuwangi, Sabtu (9/11/2024). [Foto: Dispen Angkatan Laut]

    BANYUWANGI, Cakrayudha-hankam.com – Tim gabungan yang terdiri dari prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini tim Second Fleet Quick Respond (SFQR) Pangkalan TNI Angkatan Laut  (Lanal) Banyuwangi di bawah jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya bersama prajurit dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi, berhasil menggagalkan penyelundupan manusia yang diduga akan diseberangkan menuju Kepulauan Cristmast, Australia, pada Jumat (8/11/2024).

    Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pangkan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz, saat memberikan keterangan pers di Markas Komando (Mako) Lanal Banyuwangi, pada Sabtu (9/11/2024).

    Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz menerangkan, terungkapnya penyelundupan manusia yang diduga akan diseberangkan menuju Kepulauan Cristmast itu, berawal dari Tim SFQR Lanal Banyuwangi yang sedang melaksanakan patroli dengan menggunakan RHIB di sekitar Perairan Selat Bali.

    Pada saat berpatroli, Tim SFQR Lanal Banyuwangi melihat siluet kapal mencurigakan yang tidak menyalakan lampu navigasi dengan arah halu ke Banyuwangi. Pada saat tim mendekat kapal tersebut, menambah kecepatan dengan arah halu tetap. Sehingga tim berkoordinasi agar dapat dilaksanakan penyekatan.

    Melihat perkembangan tersebut, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz segera memerintahkan Tim 1 dan 2 SFQR untuk melaksanakan pemantauan melalui darat.

    Saat tiba di lokasi yang dicurigai, Tim SFQR Lanal Banyuwangi mencurigai 3 mobil yang sedang berhenti di sekitar Mercusuar Bangsring. Selanjutnya, Tim SFQR Lanal Banyuwangi segera menyergap 3 mobil tersebut, yang ternyata berisikan imigran gelap tanpa sopir.

    Di tempat yang lain, Tim Lanal Banyuwangi yang dari awal melakukan pengejaran di Perairan Selat Bali, akhirnya dapat menyergap kapal mencurigakan yang diduga akan digunakan untuk mengangkut imigran ilegal tersebut.

    Namun, saat berhasil disergap, didapati kapal tersebut sudah tidak berawak diduga anak buah kapal (ABK) melarikan diri dengan melompat ke laut.

    Selanjutnya pihak RHIB melaksanakan pengecekan kapal dan mengamankan satu bendel dokumen kapal, satu unit HP untuk navigasi, makanan dan minuman kemasan, bahan bakar 2000 liter dan satu unit GPS Tracker.

    Adapun imigran yang berhasil diamankan oleh Tim SFQR Lanal Banyuwangi, diantaranya 16 orang warga  negara asing (WNA) berjenis kelamin pria asal Pakistan dan dua orang warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh. Mereka digiring ke Markas Komando (Mako) Lanal Banyuwangi untuk dilaksanakan pemeriksaan.

    Selanjutnya, setelah dilaksanakan pemeriksaan di Mako Lanal Banyuwangi, seluruh imigran ilegal tersebut diserahkan ke Kantor Imigrasi Jember.

    Dalam konferensi persnya, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz mengungkapkan bahwa pelaku diduga kuat akan menyeberang menuju selatan, yaitu Australia. Penggagalan penyelundupan ini tidak terlepas dari koordinasi sinergitas antara TNI AL, Polres, Kodim, Imigrasi, dan Bea Cukai setempat.

    “Sebagai wujud sinerginya stakeholder di Banyuwangi ini, akhirnya seluruh imigran selanjutnya diserahkan ke instasi yang berwenang untuk penindakan lebih lanjut,” pungkas Letkol Laut (P) Hafidz.

    Turut hadir pada konferensi pers tersebut, diantaranya Dandim 0825/Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, pihak Imigrasi Jember dan Bea Cukai Banyuwangi, serta pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

    Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa setiap Prajurit TNI AL harus dapat mencegah tindak pidana di laut untuk menjaga kedaulatan laut Nusantara. (EH-051)

     

    Sumber: Dispen Angkatan Laut