Tekan Pemborosan Makanan, Wali Kota Semarang Kukuhkan Srikandi Pangan

0
153
Foto: dok. Pemkot Semarang

SEMARANG, Cakrayudha-hankam.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi meluncurkan Srikandi Pangan, sebuah program yang menghadirkan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam memperkuat ketahanan pangan.

Program ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat untuk menghentikan pemborosan makanan sekaligus mendorong pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Peluncuran Srikandi Pangan digelar di Aula Balai Kota Semarang pada Selasa (19/8). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan bersama untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan.

“Stop pemborosan makanan, stop menyia-nyiakan makanan,” ujar Agustina dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).

Data mencatat, sampah pangan di Kota Semarang mencapai 262 ribu ton per tahun dengan nilai setara Rp2,42 triliun. Kondisi ini dinilai berbahaya karena berdampak pada lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat.

“Kalau obesitas, turunannya bisa diabetes, hipertensi, hingga kolesterol,” tegas Agustina.

Struktur organisasi Srikandi Pangan akan dibentuk mulai dari tingkat kota hingga rukun tetangga (RT). Mereka akan bekerja dalam empat kelompok kerja (Pokja): Ketersediaan Pangan, Distribusi Pangan, Penganekaragaman Pangan, dan Keamanan Pangan.

Selain itu, Pemkot juga meluncurkan Buku Kamus Masakan Kota Semarang sebagai upaya melestarikan kuliner lokal. Buku ini berisi panduan gizi untuk setiap usia, serta cara memasak agar kandungan nutrisi tetap terjaga.

“Harapannya, masyarakat lebih menghargai bahan pangan lokal selain beras,” tutup Agustina.(Red-055)