Tangan-Tangan Damai Dari TitigI

    0
    67

    29 Tokoh Papua Naik ke Pos TNI, Bawa Pesan Persaudaraan di Puncak Intan Jaya

     

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keindahan alam pegunungan yang sejuk dan tenang, sebuah momen hangat terjadi di Pos Tinggi, Papah, Distrik Titigi. Sebanyak 29 tokoh masyarakat, agama, dan pemuda, yang dipimpin oleh Pastor Yance Yogi dan Kepala Dinas Yoakim Majijau, mendaki menuju pos Satgas untuk menyampaikan pesan penting: Papua menginginkan perdamaian, dan TNI adalah bagian dari keluarga. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 5 Mei 2025.

    Kunjungan mereka bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ungkapan cinta dan wujud nyata dari keharmonisan yang berkembang di tanah yang sebelumnya penuh tantangan. Mereka hadir tanpa batasan, membawa senyuman dan sambutan hangat bagi para prajurit Satgas Yonif 500/Sikatan yang bertugas menjaga keamanan di wilayah perbatasan.

    Persaudaraan yang Terjalin di Ketinggian
    Komandan Pos Titigi, Lettu Inf Yosman Imbiri, menyambut kedatangan mereka dengan penuh rasa hormat dan haru.

    Kami merasa terhormat dan diberdayakan oleh kunjungan penuh kasih ini. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan kami di sini tidak sia-sia. Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai sahabat dan saudara bagi masyarakat Intan Jaya,” ungkapnya.

    Lettu Yosman menegaskan kembali komitmen TNI untuk terus mendukung pemerataan kesejahteraan dan ketenangan di wilayah pegunungan Papua.

    Suara Damai dari Rakyat untuk TNI
    Kehadiran para tokoh adat, pemuka agama, dan pemuda menyampaikan pesan yang kuat bahwa masyarakat Titigi ingin bersatu, hidup rukun, dan maju bersama. Salah satu tokoh menyatakan,

    “TNI bukanlah orang luar. Mereka telah menjadi bagian dari kami. Kami ingin membangun Papua bersama-sama.”

    Apresiasi Panglima: Bukti Papua Menuju Harmoni
    Menanggapi momen yang penuh makna ini, Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyatakan kebanggaannya:

    “Di tengah berbagai tantangan, inisiatif seperti ini menjadi cahaya harapan. Ketika masyarakat dan prajurit saling menyambut, kita menyadari bahwa perdamaian bukanlah sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang kita ciptakan bersama.”

    Kehangatan yang terjalin di puncak Intan Jaya pada hari itu menjadi sinyal kuat bahwa masa depan Papua sedang dibangun dengan tangan-tangan yang damai. Bukan dengan sekat dan kecurigaan, melainkan dengan saling percaya dan kasih.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)