Tak Gentar! Lennis Kogoya Tantang OPM yang Mengancam Dirinya Masuk DPO

    0
    95

    JAYAPURA, Cakrayudha-hankam.com – Lennis Kogoya, seorang tokoh masyarakat Papua, menegaskan bahwa ia tidak merasa takut meskipun diancam oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berencana untuk memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ancaman ini muncul setelah Lennis Kogoya secara terbuka menolak gerakan separatis dan menyatakan dukungannya terhadap integrasi Papua dengan Indonesia.

    Dalam pernyataannya, Lennis Kogoya menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak akan menghalanginya dalam memperjuangkan kedamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

    “Saya tidak takut. Ancaman seperti ini tidak akan menghentikan perjuangan saya untuk rakyat Papua. Saya berada di jalur yang benar, dan saya akan terus melangkah,” tegas Lennis Kogoya pada Sabtu (15/3/2025).

    OPM Semakin Agresif, Lennis Kogoya Tetap Berkomitmen
    Kelompok OPM, yang selama ini dikenal sebagai separatis, semakin menunjukkan agresivitas dalam mengancam tokoh-tokoh yang memiliki pandangan berbeda. Lennis Kogoya menjadi salah satu sasaran karena sikapnya yang mendukung NKRI dan berupaya mendorong penyelesaian konflik di Papua melalui cara damai dan dialog terbuka.

    Ancaman ini dianggap sebagai usaha OPM untuk membungkam suara-suara yang bertentangan dengan kepentingan mereka. Namun, Lennis Kogoya menegaskan bahwa Papua tidak seharusnya terus-menerus dikuasai oleh kelompok bersenjata yang menggunakan kekerasan sebagai metode perjuangan.

    “Saya akan terus berjuang untuk rakyat Papua. Kita memerlukan solusi damai, bukan kekerasan yang hanya akan menambah penderitaan rakyat kita,” ujarnya.

    Pendekatan Damai: Kunci untuk Masa Depan Papua
    Sebagai seorang tokoh adat dan masyarakat, Lennis Kogoya tetap berkomitmen pada keyakinan bahwa dialog adalah solusi terbaik untuk mengakhiri konflik di Papua. Ia mengajak semua elemen masyarakat, termasuk mereka yang masih mendukung OPM, untuk membuka ruang diskusi demi menciptakan masa depan Papua yang lebih baik.

    “Papua harus berkembang, dan rakyatnya harus sejahtera. Jika kita terus berkonflik, siapa yang akan merugi? Bukan mereka yang bersembunyi di luar negeri, tetapi rakyat Papua sendiri yang akan terus menderita,” tegasnya.

    Pernyataan ini mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat Papua yang mendambakan kedamaian tanpa tekanan dari kelompok separatis.

    Dukungan Masyarakat dan Pemerintah
    Ancaman yang dihadapi Lennis Kogoya telah menarik perhatian luas dari berbagai pihak. Banyak yang berpendapat bahwa upaya OPM untuk menekan tokoh pro-NKRI justru mencerminkan ketidakmampuan mereka dalam menemukan solusi yang lebih baik untuk Papua.

    Diharapkan, pemerintah pusat dan aparat keamanan dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi para tokoh masyarakat yang terus berjuang untuk integrasi Papua dengan Indonesia.

    Saat ini, publik menunggu untuk melihat apakah OPM benar-benar akan melaksanakan ancamannya, atau justru semakin kehilangan dukungan akibat strategi mereka yang sering kali melibatkan kekerasan dan intimidasi. Yang pasti, Lennis Kogoya tetap teguh berdiri, menantang segala ancaman demi terciptanya Papua yang damai dan sejahtera. (Red-033)