Wisatawan Syok Ditipu
Bromo Tengger,(Cakrayudha-hankam.com) – Terungkap sosok Pak Pur tukang ojek di Bromo viral getok tarif Rp 100 ribu jadi Rp 400 ribu hingga wisatawan syok dan kesal.
Wisatawan itu lantas membuat video dan mencurahkan pengalaman pahitnya setelah merasa ditipu oleh tukang ojek di Bromo tersebut.
Setelah viral, sosok tukang ojek bernama Pak Pur terungkap sampai harus berurusan dengan pihak TNTBS.
Dalam video yang viral, wisatawan itu menceritakan awalnya sudah ada kesepakatan harga antara dia dan tukang ojek yakni tarif sebesar Rp 100.000 per orang.
Tarif itu adalah pulang pergi dari Penanjakan ke kawasan padang pasir, Gunung Bromo.
Artinya satu kali keberangkatan tarifnya Rp 50.000, namun akhirnya wisatawan malah diminta tarif lebih tinggi sebesar Rp 400.000 per orang.
“Naik ojek ke sini jangan sampai ketipu ya gaes, soalnya tadi mintanya cepek (Rp 100 ribu) perjanjian cepek, mintanya 400, sama Pak Pur” ucap wisatawan yang ada di video itu.
Wisatawan itu secara terang-terangan menyebut identitas nama dari tukang ojek tersebut.
“Namanya Pak Pur, ojek bromo awalnya satu orang gocap (Rp 50 ribu) naik turun cepek (Rp. 100 ribu), sekarang ditembak Rp 400 ribu ya gaes,” lanjut wisatawan.
Setelah keluhan wisatawan tersebut ramai, sosok Pak Pur tukang ojek Bromo terungkap.
Pak Pur adalah warga Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dan akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Penyampaian maaf itu diutarakan oleh Pak Pur saat memenuhi panggilan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNTBS) selaku pengelola wisata kawasan Gunung Bromo.
Dalam permintaan maafnya, Pak Pur mengakui permintaan tarif jasa ojek Rp 400.000 itu salah karena tidak sesuai dengan kesepakatan dan membuat resah.
“Saya yang bertanda tangan di bawah ini nama P, agama Hindu, alamat Wonokitri. Sehubungan dengan video viral yang ada di media sosial, atas kejadian kesalahpahaman dan ketidaknyamanan pelayanan jasa wisata ojek di Bromo,” ujar Pak Pur dalam video klarifikasi yang diterima Kompas.com, Kamis (30/5/2024).
Pak Pur juga meminta maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan terutama wisatawan yang bersangkutan.
Selain itu, Pak Pur juga mengaku telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
“Saya mohon maaf dan mengakui kesalahan kepada seluruh pihak terkait, khususnya kepada Pak Dira dan tim, yang saya rugikan” kata Pak Pur.
“Saya berjanji tidak akan mengulangi kejadian tersebut” lanjutnya.
“Demikian surat pernyataan ini saya buat sebagai bentuk penyesalan dan permohonan maaf, tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” jelas Pak Pur.
Kepala Bagian Tata Usaha BB-TNTBS, Septi Eka Wardhani mengatakan pengemudi ojek itu memang sudah mendatangi kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Gunung Penanjakan, di Wonokitri, Pasuruan.
Oknum tukang ojek itu datang setelah BB-TNBTS memanggilnya untuk meminta klarifikasi.
“Tim kami di lapangan sudah memanggil yang bersangkutan dan sudah meminta klarifikasi. Yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi,” tandas Septi.
Atas kejadian itu, Sekertaris paguyuban Jeep Bromo, Wahyu Prasetyo ikut menyayangkan adanya oknum tukang ojek yang menarik biaya di atas kewajaran.
Menurut Wahyu Prasetyo, hal itu membuat citra kawasan Gunung Bromo terganggu.
“Menurut saya itu suatu hal yang sangat keliru dan mengganggu sekali,” ungkap Wahyu Prasetyo, melalui sambungan telepon, Kamis (30/5/2024).
Wahyu mengingatkan agar wisatawan menggunakan jasa pelaku wisata resmi di kawasan Gunung Bromo untuk menghindari permintaan tarif yang tidak sesuai ketentuan.
“Problem itu sebenarnya sudah lama. Sudah sering terjadi. Berkembangnya pariwisata itu salah satunya juga bergantung pada bagaimana kita melayani para traveler yang berkunjung ke tempat kita dengan baik dan benar,” jelas Wahyu.
Kasus Lain: Pose Pelorot Celana
Sebelumnya juga viral aksi kurang terpuji yang dilakukan tiga wisawatan mancanegara atau wisawatan asing saat berkunjung ke Gunung Bromo.
Ketiganya asik berfoto ria dengan pose menunjuk bagian tubuh yang tak elok dipandang dan bahkan bisa membuat geleng-geleng kepala.
Ketiga wisatawan asing atau turis itu berfoto ria di atas Jeep dengan background pegunungan sambil menunjukkan pantatnya ke kamera dan memalingkan wajahnya ke arah kamera sambil tertawa puas.
Aksi tersebut diketahui setelah salah seorang pelaku usaha Jeep memposting foto turis tersebut di story WhatsApp (WA), kemudian menyebar.
“Kalau video-nya tidak ada, itu saya screenshot pas sama temen yang sama-sama pelaku usaha Jeep dijadikan story, kemudian saya kirim ke sampean,” kata Rudy salah seorang pelaku usaha Jeep di Gunung Bromo, Kamis (30/5/2024).
Menurut Rudy, belum diketahui pasti identitas para wisatawan asing yang berfoto menunjukkan pantat tersebut.
Setelah fotonya menyebarluas, pihak-pihak terkait langsung mencari keberadaan turis dan rombongannya itu.
“Belum jelas ini turis darimana, namanya ataupun rombongannya. Hanya saja yang di foto tersebut hanya 3 orang yang pose menunjukkan pantatnya saat berada di lautan pasir,” ujar Rudy.
“Nanti saya informasikan lagi kalau saya sudah dapat data-datanya. Sekarang lagi di perjalanan soalnya, mau ke Cemorolawang,” pungkasnya.(Red)

