Sosok Ini Ungkap Ada Cinta Segiempat Vina Cirebon, Eki, Egy, dan Linda dalam Kasus Pembunuhan

    0
    149

    Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eki masih menjadi misteri.

    Apalagi, Pegi Setiawan (27) yang sebelumnya dijadikan DPO dan tersangka, sekarang terbukti tidak bersalah di sidang praperadilan Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/7/2024).

    Lalu, siapa otak pelaku pembunuhan Vina Cirebon dan Eki pada Sabtu 27 Agustus 2016 silam?

    Spekulasi sosok pelaku semakin berkembang, karena sejumlah kesaksian sejumlah orang.

    Tak hanya itu, ada juga yang mengaitkan peristiwa itu dengan motif pembunuhan.

    Sebelumnya, di dalam persidangan 8 terpidana dinyatakan pertikaian geng motor dengan korban.

    Namun, seorang gadis indigo bernama Chaca Caroline memberikan pendapat berbeda.

    Sosok ini mengungkapkan, dalam podcast di YouTube Uya Kuya, beberapa hari lalu.

    Chaca mengatakan, motif pembunuhan tersebut adalah cinta segiempat.

    Cinta itu antara Vina, Eki, Egy, dan Linda.

    Sosok Egy adalah anak geng motor, yang ada rasa sakit hati sehingga terjadi pembunuhan tersebut.

    Dia menyebutkan sosok Egy dua tahun lalu menonton balapan motor di Cirebon.

    Menurut pandangannya, sasaran penganiayaan Sabtu 27 Agustus 2016 adalah Eki bukan Vina Cirebon.

    Lanjut soal penerawangan Chaca, dia menyebutkan sosok dua orang pelaku pembunuhan Vina Cirebon dan Eki.

    Bahkan Chaca mengatakan pelaku tersebut sebenarnya kerap muncul di media.

    Pelaku yang dimaksud Chaca tersebut sudah mengganti identitasnya, dengan mengubah nama dan kartu keluarga.

    Chaca menyebutkan ada hubungan keluarga pejabat dalam kasus pembunuhan tersebut.

    Dia mengatakan soal sosok anak bupati sebagai pelakunya.

    Lalu, pelaku satunya lagi, kata Chaca dari keluarga berpengatuh dan penuh bintang.

    Dua keluarga pelaku ini, menurutnya sudah saling kenal sehingga kasus ini sulit terungkap.

    Pada kesempatan itu, Chaca juga mengungkapkan, Linda yang disebut-sebut sebagai teman Vina, tidak benar-benar kesurupan.

    Menurutnya, Linda hanya ingin mengungkapkan fakta sebenarnya namun dengan cara berbeda.

    “Dia tidak kesurupan benaran. Linda ada di lokasi dan melihat peristiwa itu,” ungkap Chaca yang membuat Uya Kuya kaget.

    Linda saat itu bersama seorang laki-laki dan belum pernah terekspose siapa sosoknya.

    Kesaksian Melmel

    Sebelumnya diberitakan, satu orang bernama Melmel berani bersaksi atas kasus Vina Cirebon dan pacarnya, Eki.

    Dia mengaku melihat langsung peristiwa pembunuhan, Sabtu (27/8/2016) silam.

    Menurutnya, ada sekitar 10 orang yang menyiksa Vina Cirebon dan Eki malam itu.

    Namun, dia tidak berkutik karena hanya seorang diri melihat temannya dianiaya hingga tewas.

    Beberapa jam sebelum kejadian, Melmel dihubungi Eki, yang mengaku ada masalah dengan Egi alias Pegi.

    Melmel mengaku dekat dengan Eki dan sudah menganggapnya seperti adik.

    Lalu bertemulah Melmel dengan Eki dengan Vina, serta Linda.

    Eki berboncengan dengan Vina dan Melmel membonceng Linda.

    Mereka berempat lalu jalan-jalan.

    Namun mereka akhirnya terpisah, saat Melmel yang membonceng Linda mengisi bensin.

    Sementara Eki dan Vina terus melaju.

    Saat itu, Melmel mengaku mengantar Linda pulang.

    Setelah mengantar Linda pulang, Melmel kembali lagi ke tempat bertemu Eki dan Vina sebelumnya.

    Ternyata, Melmel menemukan korban di Gang Bakti I di seberang SMP 11 Cirebon.

    “Lokasi itu (penyiksaan) di Gang Bakti I, pas depannya SMP (SMP 11 Cirebon) itu kan ada gang masuk ke dalam tuh,” katanya dalam tayangan tvOne, Kamis (30/5/2024).

    Melmel kemudian mencoba mengikuti para pelaku malam itu menuju jembatan atau Jalan Layang Talun, lokasi dibuangnya jasad Vina dan Eki.

    “Sempat di bawah jembatan, habis di bawah jembatan entah kenapa langsung dibawa naik ke atas.

    Di atas itu terakhir dibuangnya si Eki dan Vina,” ungkapnya.

    Menurutnya malam itu penerangan jalan sangat terang sehingga Melmel dapat melihat wajah para pelaku.

    “Saka Tatal ada, terus yang saya tahu si Ucok, entah siapa namanya panggilannya di geng motor saya enggak tahu karena saya hanya mengenal si Egi (Pegi) saja,” katanya.

    Setelah para pelaku menaruh jasad Vina dan Eki di Jalan Layang Talun, sebagian pelaku pergi.

    “Tapi enggak semuanya pergi, kayak sudah dibagi-bagi tugas harus kemana.

    Setelah sepi baru saya datangin menghampiri si Eki,” tuturnya. mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)