Selat Malaka Dalam Ketegangan: Polisi Lepaskan Tembakan Saat Mengejar Kurir 90 Kg Sabu

    0
    69

    BENGKALIS, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah malam yang gelap, perairan Selat Malaka yang tenang namun penuh misteri menjadi lokasi sebuah operasi besar. Tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, Bea Cukai Bengkalis, dan Polda Riau, dengan dukungan informasi intelijen yang tepat, bergerak dengan cepat dan diam-diam.

    Misi mereka adalah membongkar jaringan penyelundup narkoba internasional yang beroperasi di perairan Pantai Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Seorang kurir narkoba diketahui membawa 90 kilogram sabu dari luar negeri menuju Indonesia.

    Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menyatakan bahwa operasi ini bukanlah tindakan biasa. Ini adalah pengejaran yang penuh ketegangan, mirip dengan adegan dalam film-film aksi Hollywood.

    “Tim khusus Elang Malaka, yang berkolaborasi dengan Bea Cukai Bengkalis, telah melakukan penyelidikan mendalam selama dua minggu terakhir. Mereka menjelajahi setiap sudut perairan Pulau Bengkalis untuk mencari petunjuk dan mengumpulkan informasi sekecil apapun yang dapat membantu mengungkap jaringan ilegal ini,” ungkap Yudha kepada media center Riau, pada Jumat (14/02/25).

    Akhirnya, pada Selasa (11/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, tanda-tanda mulai terlihat. Tim patroli laut gabungan mencurigai sebuah speed boat yang melintas di perairan Sepahat.

    “Gerak-geriknya mencolok, seolah ada sesuatu yang disembunyikan. Tanpa ragu, petugas berusaha menghentikan dan memeriksa kapal tersebut,” jelas Yudha.

    Namun, alih-alih menyerah, speed boat itu justru meningkatkan kecepatan dan berusaha melarikan diri. Ini menjadi awal dari pengejaran yang menegangkan. Di tengah kegelapan malam, di bawah sinar rembulan yang menjadi saksi bisu, petugas dan pelaku terlibat dalam kejar-kejaran di tengah laut.

    Ombak besar dan angin malam tidak memadamkan semangat para petugas. Mereka terus mengejar tanpa memberi kesempatan bagi buruan mereka untuk melarikan diri.

    Setelah melalui kejar-kejaran yang mendebarkan, petugas akhirnya berhasil menghentikan speed boat tersebut. Di dalamnya terdapat dua pria dengan wajah pucat dan ketakutan.

    Mereka adalah JM (35) dan IF (21), warga Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis. Keduanya diduga kuat sebagai “becak laut”, istilah untuk kurir yang bertugas menjemput narkoba dari Malaysia dan menyelundupkannya ke Indonesia melalui jalur laut.

    “Penggeledahan dilakukan dan hasilnya sangat mengejutkan. Petugas menemukan 90 bungkus sabu dengan berat sekitar 90 kg serta 10 bungkus pil ekstasi. Jumlah ini sangat besar dan cukup untuk merusak ribuan generasi muda Indonesia,” ungkap Yudha.(Red-033)

    Editor: EH056