Aceh Utara || Cakrayudha_hankam.com – Dentingan besi bergema di tepi sungai Desa Rambong Payong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Di lokasi proyek ini, Kodim 0103/Aceh Utara melalui Koramil 19/Sawang Babinsa Kopda Riliandika dan para teknisi lapangan bergerak cepat mendirikan tiang pancang utama.
Jembatan gantung perintis sepanjang 97 meter dan lebar 2,4 meter ini dibangun untuk mengakhiri keterisolasian warga Desa Lhok Bayu, Krueng Baro, serta Lhok Gajah menuju Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen. Selasa (25 Agustus 2026).

Babinsa Koramil 19/Sawang Kopda Riliandika dengan penuh ketelitian untuk mengawal teknisi meratakan tiang pilon baja di atas pondasi abutment.
“Tinggi pilon ini mencapai 14 meter dengan struktur abutment seluas 4 x 2,2 meter. Presisi sangat krusial agar jembatan ini kokoh menopang mobilitas warga,” ujar Kopda Riliandika saat mendampingi pekerja mengelas dasar pilon ke plat landasan.
Saat ini, progres fisik pembangunan jembatan telah mencapai 21 persen dengan dipimpin pengawasannya di lapangan oleh Babinsa Koramil 19/Sawang Kopda Riliandika untuk merampungkan pemasangan tiang pilon tepi dekat.
Setelah tahap penyambungan dan pengelasan di sisi ini selesai, tim lapangan dipersiapkan untuk langsung melanjutkan target berikutnya, yaitu pemasangan tiang pilon di sisi jauh atau seberang sungai.
Kehadiran Jembatan Perintis ini menjadi angin segar serta harapan baru bagi perekonomian masyarakat di batas dua kabupaten tersebut.
Kodim 0103/Aceh Utara berkomitmen memacu pengerjaan agar jalur distribusi hasil pertanian dan mobilitas anak-anak sekolah dapat segera melintas dengan aman tanpa terkendala tingginya arus sungai. (red-056)

