Sains Punya Jawaban Kenapa Ada Orang ‘Bermulut Ember’

    0
    109

    Amerika Serikat,(Cakrayudha-hankam.com) – Ungkapan ‘Mulut Ember’ umumnya merupakan panggilan atau cap bagi mereka yang gemar membocorkan rahasia orang lain. Entah dilakukan secara sadar atau tidak, namun tentu sikap seperti ini seringkali membuat banyak orang lain geram.

    Menyebalkan rasanya apabila orang yang dipercayai pada akhirnya turut membeberkan rahasia yang seharusnya tersimpan rapat. Namun ternyata, ada alasan ilmiah di balik orang yang ‘bermulut ember’.

    Seorang psikolog asal AS menjelaskan apa yang menyebabkan orang sangat sulit menjaga rahasia. Art Markman, seorang psikolog dari Fast Company mengatakan sangat sulit untuk orang yang paling setia kawan sekalipun untuk menjaga rahasia.

    Hal tersebut dikarenakan pikiran manusia yang memiliki kapasitas terbatas untuk memproses sebuah informasi.

    “Jadi jika terlibat dalam diskusi yang kompleks, mungkin sulit untuk membedakan unsur informasi bisa disebarkan atau tidak. Hal inilah yang mengarah pada kebocoran informasi yang seharusnya tidak disampaikan,” ungkap Markman, seperti dilansir media ini dari TheCut, Jumat (16/06/23).

    Tidak hanya itu, Markman juga melihat bahwa fenomena ‘Mulut Ember’ ini dinilai sebagai salah satu upaya seseorang untuk mendapat pengakuan dari sesamanya. Karena mereka merasa telah berhasil mengetahui lebih dulu apa yang tidak diketahui orang.

    Penjelasan lain juga diungkapkan berdasarkan penelitian dari Universitas Utah, Amerika Serikat. Kesimpulan dari penelitian itu ialah bahwa orang ‘bermulut ember’ umumnya adalah mereka yang multitasking atau mampu menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus.

    Faktanya, saat orang melakukan satu hal bersamaan dengan hal lain, seseorang menjadi tidak fokus dan mampu mengatakan hal-hal rahasia tanpa sadar.

    “Jika melakukan banyak hal, seseorang menjadi kurang memperhatikan aktivitasnya sendiri, jadi mereka tidak menyadari bahwa telah kehilangan beberapa detail seperti informasi yang tak boleh dibocorkan,” ungkap David Strayer, profesor psikologi dari Universitas Utah.(Red)