Saat Kabut Turun, Harapan Tumbuh

    0
    70

    TNI Satgas 700/WYC Hadirkan Pelayanan Kesehatan di Kampung Wombru

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Kabut tebal menyelimuti lereng Pegunungan Papua, namun di Kampung Wombru, ada sinar hangat yang menerangi suasana dingin: senyum tulus dari warga yang menyambut kedatangan prajurit TNI dari Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti. Pada hari itu, Pos Pintu Jawa bertransformasi dari sekadar pos penjagaan menjadi ruang praktik darurat yang penuh harapan, di mana suara stetoskop dan ketukan tensimeter menggantikan denting senjata. Selasa, 27 Mei 2025.

    Ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Letda Inf Risal, Danpos Pintu Jawa, memimpin langsung kegiatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat setempat. Tangan yang biasanya menggenggam senapan, hari itu dengan lembut mengikat perban layaknya seorang saudara. “Kami di sini bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk mendengar dan membantu,” ujarnya dengan penuh ketulusan.

    Anak-anak Wombru berdiri antre dengan penuh semangat. Tawa mereka meledak saat para prajurit membagikan permen setelah pemeriksaan kesehatan, sebuah hadiah kecil yang sangat berarti di daerah yang jarang mendapatkan layanan medis.

    Ketua Kampung Wombru, Bapak Wilyanus, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Ini bukanlah paksaan, melainkan panggilan hati,” katanya. Sementara itu, tokoh adat Mageo Murib menambahkan, “Mereka datang bukan sebagai tentara, tetapi sebagai saudara. Meskipun kami jauh dari kota, perhatian kami tidak pernah pudar.”

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, juga memberikan penghargaan atas dedikasi para prajuritnya. “Inilah wajah sejati TNI. Di mana pun rakyat berada, di situlah kami hadir. Kesehatan adalah hak setiap warga negara, dan kami berkomitmen untuk menjangkau hingga ke pelosok yang paling terpencil.”

    Kisah di Kampung Wombru menggambarkan sinergi antara TNI dan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan, para prajurit tidak hanya berfungsi sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai pembawa harapan. Bagi mereka, misi utama bukan sekadar berperang, melainkan memastikan bahwa rakyat tidak berjuang sendirian menghadapi kesakitan dan kesepian.

    Authentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)