Rp320 Juta Untuk Pujasera Purutrejo, Pemasangan Beton Jadi Sorotan

0
18

PASURUAN || Cakrayudha_hankam.com – Pembangunan Pujasera Purutrejo di Kota Pasuruan senilai Rp320.528.000 menjadi perhatian setelah beredarnya rekaman kondisi pekerjaan memunculkan pertanyaan terkait kerapian pemasangan beton pembatas dan kesesuaian pekerjaan dengan standar teknis.

Proyek di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan ini perlu mendapat penjelasan dari pelaksana maupun konsultan pengawas untuk memastikan apakah kondisi di lapangan telah sesuai dengan spesifikasi dan gambar kerja yang ditetapkan dalam kontrak. Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan dokumentasi video yang beredar di TikTok dan Group WhatsApp Kabar Pasuruan Kota diterima, terlihat kondisi area pekerjaan dengan material sisa dan puing, serta susunan beton pembatas yang memperlihatkan celah antarelemen. Kondisi tersebut memerlukan peninjauan lebih lanjut untuk memastikan apakah pemasangan telah sesuai dengan gambar kerja dan ketentuan teknis proyek.

Berdasarkan papan informasi, proyek di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan ini dilaksanakan oleh CV Lotus Gemilang, dengan CV Arya Putra Konsultan sebagai konsultan pengawas. Masa pelaksanaan tercantum selama 90 hari kalender, terhitung berdasarkan SPMK tertanggal 8 September 2026.

Sejumlah aspek yang perlu diklarifikasi meliputi metode pemasangan beton pembatas, kondisi dasar pemasangan, kerapian sambungan, serta kesesuaian material dengan spesifikasi kontrak. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi yang terlihat merupakan bagian dari desain pekerjaan atau memerlukan penyesuaian.

Pengawasan dan pengendalian mutu menjadi aspek penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Karena itu, Dinas PUPR Kota Pasuruan bersama konsultan pengawas diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai proses pemeriksaan pekerjaan dan langkah yang ditempuh untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

Pihak pelaksana juga diharapkan memberikan keterangan mengenai metode pemasangan yang digunakan serta tahapan pengendalian mutu selama pekerjaan berlangsung.

Dengan nilai kontrak lebih dari Rp320 juta, keterbukaan informasi dan pemeriksaan teknis menjadi penting untuk memastikan pembangunan Pujasera Purutrejo memenuhi ketentuan kontrak, aspek keamanan, dan fungsi yang direncanakan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan adanya ketidaksesuaian pekerjaan. Oleh sebab itu, klarifikasi dari pihak terkait diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta lapangan. (Red/RMT/HSN)