Ratu Kalinyamat Sambut Sang Jenderal

    0
    54

    Penutupan TMMD Jepara Pecah dengan Semangat Budaya dan Nasionalisme

     

    JEPARA, Cakrayudha-hankam.com – Pagi itu, suasana hangat dan meriah menyelimuti Jepara. Sorak-sorai anak-anak sekolah memecah keheningan desa, melambaikan bendera merah putih sambil meneriakkan yel-yel kebanggaan TNI. Mereka berdiri di sepanjang jalan, menyambut sosok yang sangat dinantikan: Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han, pada Rabu, 4 Juni 2025.

    Momen paling mengesankan terjadi saat jenderal tiba di lokasi penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 yang diselenggarakan oleh Kodim 0719/Jepara. Seorang wanita yang mengenakan busana adat megah, berperan sebagai Ratu Kalinyamat, tokoh legendaris Jepara, menyambutnya dengan penuh hormat. Ia membalut jenderal dengan selendang kain Troso, tenun khas Jepara yang kaya akan makna budaya dan sejarah.

    “Ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan ikatan batin antara TNI, rakyat, dan akar budaya bangsa,” ungkap salah satu tokoh adat yang hadir dalam acara tersebut.

    Penutupan TMMD kali ini tidak hanya menandai selesainya serangkaian program pembangunan, tetapi juga menjadi momen perayaan yang menyatukan TNI, masyarakat, dan budaya lokal dalam satu panggung kebersamaan.

    Dalam sambutannya, Brigjen TNI Andhy Kusuma menyampaikan rasa terima kasihnya atas antusiasme masyarakat dan keberhasilan program TMMD di Jepara.

    “TMMD bukan sekadar tentang membangun jalan dan rumah. Ini adalah tentang membangun hubungan, menjaga persaudaraan, dan memperkuat semangat kebangsaan. Hari ini, Jepara menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup dan berkobar,” tegasnya.

    Program TMMD Reguler ke-124 berhasil menyelesaikan sejumlah pembangunan strategis di wilayah sasaran, di antaranya:
    – Pembangunan infrastruktur jalan desa,
    – Renovasi rumah tidak layak huni,
    – Penyuluhan kesehatan, pendidikan, dan bela negara,
    – Pelayanan masyarakat terpadu,
    – Bazar UMKM dan pameran karya lokal.

    Acara penutupan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya tradisional Jepara, pameran produk lokal, serta suasana kebersamaan yang penuh haru dan kebanggaan. Pada hari itu, Jepara tidak hanya menjadi akhir dari program pembangunan terpadu, tetapi juga melambangkan kehadiran negara dalam kehidupan desa. Prajurit yang hadir bukan hanya berfungsi sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai sahabat bagi masyarakat. (Red-033)