Penutupan TMMD ke-124 Kodim 0812/Lamongan

    0
    67

    Irdam V/Brawijaya Apresiasi Sinergitas TNI dan Rakyat

     

    LAMONGAN, Cakrayudha-hankam.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 0812/Lamongan secara resmi ditutup oleh Inspektur Daerah Militer (Irdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Ramli S.E. Acara penutupan berlangsung di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Rabu (4/6/2025).

    Upacara tersebut dihadiri oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, S. Hub. Int., M. Hub. Int., Pa Sahli Bidang Hukum dan Humaniter Pangdam V/Brawijaya Kolonel Inf Danni Koswara, Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K., serta seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan. Selain itu, hadir pula Dandim 0812/Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.IP., M.Han, Dandim 0813/Bojonegoro Letkol Czi Arief Rahman Hakim S.E., M.M., dan para Kepala Dinas/OPD Kabupaten Lamongan.

    Penutupan ini menandai selesainya satu bulan penuh kegiatan TMMD ke-124 yang berlangsung dari tanggal 6 Mei hingga 4 Juni, yang telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, dan sekitarnya.

    Dalam sambutan tertulis Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., yang dibacakan oleh Irdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Ramli S.E., selaku Inspektur Upacara, beliau menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam TMMD ke-124. Khususnya, beliau mengapresiasi prajurit TNI, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Kepolisian, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja sama untuk mensukseskan program ini.

    “TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Selama sebulan, kita telah menyaksikan bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang signifikan,” ungkap Brigjen TNI Ramli.

    Beliau juga menekankan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, melainkan juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Tema yang diusung adalah “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”

    Brigjen TNI Ramli S.E. mengharapkan agar semua hasil dari TMMD dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh masyarakat. “Pembangunan yang telah kita capai ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga dan pelihara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” ujarnya.

    Selama pelaksanaan TMMD Kodim 0812/Lamongan, bersama masyarakat, telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek pembangunan fisik yang sangat diperlukan. Di antaranya adalah pembangunan jalan rabat beton di Desa Kebalan Kulon, yang terdiri dari dua segmen: Segmen 1 sepanjang 237,5 m, lebar 4,5 m, dan tinggi 0,20 m; serta Segmen 2 sepanjang 690,2 m, lebar 4 m, dan tinggi 0,20 m.

    Selain itu, terdapat juga sasaran tambahan dari program Kasad, yang mencakup pembangunan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), satu unit irigasi pompanisasi, serta rehabilitasi infrastruktur desa. Program ini juga mencakup peningkatan fasilitas olahraga dan kegiatan nonfisik seperti pelatihan Tagana, budidaya ikan lele, serta penyuluhan tentang kesehatan, wawasan kebangsaan, pertanian, dan berbagai kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Upacara penutupan TMMD ke-124 ditandai dengan pemotongan pita dan penyerahan peralatan kerja secara simbolis kepada Irdam V/Brawijaya. Selain itu, dilakukan penandatanganan naskah penyerahan hasil TMMD ke-124 dan penyerahan piagam penghargaan oleh Dansatgas kepada Bupati Kabupaten Lamongan.

    Sebelum upacara penutupan, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli S.E., bersama Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, S.Hub.Int., M.Hub.Int., Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K., dan Dandim 0812/Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.IP., M.Han, serta seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan dan para undangan lainnya, melakukan peninjauan lokasi pembangunan TMMD. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga meresmikan secara simbolis pembangunan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan melakukan pemotongan pita. (Penrem/Red-033)