Rakor Penanganan Banjir dan Normalisasi Sungai Wulan

    0
    105

    Dandim Demak Dukung Penuh Langkah BBWS

     

    DEMAK, Cakrayudha-hankam.com – Letkol Kav Maryoto, S.E., M.Si., M.M., selaku Komandan Kodim 0716/Demak, menghadiri rapat koordinasi teknis untuk mempersiapkan sosialisasi dan penertiban terkait normalisasi Sungai Wulan di Kabupaten Demak, pada Selasa (15/04/25).

    Acara yang berlangsung di gedung Grahadika Bina Praja Kabupaten Demak ini dipimpin oleh Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E. Selain itu, hadir pula Kapolres Demak yang diwakili oleh Plt. Kabag Ops Kompol Supardiyono, PPK BBWS Pemali Juana Fuad Kurniawan, Sekda Akhmad Sugiharto, Ketua Komisi C DPRD Demak Ulin Nuha, serta perwakilan pejabat daerah Provinsi Jawa Tengah dan pemangku kepentingan yang terkait dengan wilayah yang dilalui Sungai Wulan di Demak.

    Dalam sambutannya, Bupati Demak mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu, telah diadakan pertemuan sosialisasi mengenai kegiatan normalisasi Sungai Wulan, yang mencakup tiga titik dari jembatan Tanggulangin hingga ke arah laut. Ia juga menekankan bahwa sumber dana untuk proyek ini telah disampaikan sebelumnya. Pada rapat koordinasi kali ini, pihak BBWS akan menjelaskan prosedur penertiban yang akan diterapkan dalam pelaksanaan normalisasi Sungai Wulan.

    “Kami berharap semua pihak dapat saling mendukung agar normalisasi ini dapat terlaksana dengan baik, demi mengatasi bencana banjir di Kabupaten Demak. Ini merupakan salah satu langkah dari pemerintah pusat untuk menangani banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Wulan. Kita semua akan mendengarkan penjelasan dari pihak BBWS mengenai proses normalisasi Sungai Wulan,” ujar Bupati.

    Dandim Letkol Kav Maryoto menegaskan bahwa pihaknya, bersama Pemkab Demak dan pemangku kepentingan lainnya, akan memberikan dukungan penuh dan berkomitmen untuk membantu BBWS dalam menangani dan mengendalikan banjir di Kabupaten Demak.

    “Diharapkan, jika nantinya dilakukan normalisasi sungai dan muncul permasalahan terkait bangunan di bantaran sungai, perlu dilakukan koordinasi, sosialisasi, kompensasi, dan relokasi terlebih dahulu. Hal ini penting agar tidak terjadi konflik di masyarakat,” tegas Dandim.

    Fuad Kurniawan dari BBWS Pemali Juana juga menyampaikan bahwa saat ini telah dilakukan pengerjaan di tiga titik normalisasi sungai Wulan, mulai dari jembatan Tanggulangin hingga ke arah laut utara Demak. Sungai Wulan merupakan bagian dari DAS Serang-Lusi dan Ws. Jratunseluna, yang merupakan muara dari dua sungai utama, yaitu sungai Serang dan sungai Lusi, yang melintasi Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara.

    Pada tahun 2024, Sungai Wulan telah mengalami dua kali jebol. Untuk mengatasi masalah ini, kami telah melaksanakan kegiatan normalisasi sungai serta pembangunan fasilitas penampungan dan pengendalian banjir. Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam sistem Seluna meliputi perubahan tata ruang di hulu, sedimentasi, genangan di daerah cekungan, penumpukan sampah, dan penggunaan ruang yang tidak tepat.

    Kami telah memulai program pengendalian banjir yang terdiri dari tiga paket, dimulai pada Agustus 2024 dan direncanakan selesai pada Agustus 2026.

    Paket normalisasi yang dilaksanakan oleh BBWS Juana mencakup CWP – 1DG Wulan River Improvement Works Package I dan Satreyan River Works, yang melibatkan relokasi sebanyak 670 bangunan. Selain itu, terdapat CWP – 2DJK Wulan River Improvement Works Package II dengan relokasi 71 bangunan, serta CWP – 3DJK Wulan River Improvement Works Package III yang melibatkan 346 bangunan. (Pendim 0716/Red-033)