Pria Disekap 3 Bulan dan Disiksa,Kelamin Diberi Bubuk Cabai dan Dibakar, Polisi: Soal Utang Piutang

    0
    69

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Seorang pria berinisial MRR (23) diduga menjadi korban penyekapan oleh sekelompok orang selama 3 bulan di sebuah cafe kawasan Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Kuasa hukum MPR, Muhamad Normansyah mengatakan selain disekap, terduga korban juga mengalami sejumlah penyiksaan.

    “Lubang kelamin dimasukan bubuk cabai, lalu bagian kelamin juga dibakar oleh pelaku,” kata Normansyah, Selasa (9/7/2024).

    Normansyah menjelaskan penganiayaan tidak hanya itu, tangan MRR juga sempat diborgol dan kakinya diikat dengan kabel kemudian korban ditelanjangi.

    Lalu MRR juga mengalami pemukulan secara bergantian oleh lebih dari 30 orang.

    Dilanjut bagian puting dijepit menggunakan tang potong oleh pelaku.

    “Korban dipaksa memakan batu kerikil dan puntung rokok,” jelasnya.

    Tidak sampi disitu, Normasnyah menuturkan MRR juga alami luka imbas dilempar tabung gas 3 kilogram (Kg) pada bagian kepala dan sekujur badan disundut rokok lebih kurang 30 titik.

    Bahkan MPR juga dilempar tong sampah berbahan besi ke bagian muka, lalu dipukul menggunakan asbak beling ke bagian atas kepala, dilanjut dicambuk menggunakan selang dan ikat pinggang pada sekujur tubuh.

    “Penyiksaan secara terus menerus dalam kurun waktu 3 bulan,” tuturnya.

    Kronologi Awal
    Normasnyah memaparkan penyekapan serta penyiksaan itu bermula adanya bisnis jual beli mobil antara korban dengan satu pelaku berinisial HR.

    Transaksi pertama antara MPR dan HR berjalan lancar, kedua pun serupa, bahkan hingga ketiga juga sama.

    Transkasi keempat terjadi hambatan lantaran diduga dana transaksi digunakan oleh MPR untuk kebutuhan pribadi yang mendesak.

    “HR mengajak MPR untuk ke cafe di Duren Sawit. Awalnya diajak bisnis lagi, namun ternyata ini malah disekap disana. Lalu disiksa dengan cara metode penyiksaannya lebih kejam dari jaman penjajahan jaman dulu,” paparnya.

    Peristiwa kejam tersebut disampaikan Normasyah sangat kejam dan membuat perasaan keluarga MPR menjadi sedih.

    Sebab perbuatan para pelaku sudah terlihat kejam terhadap MRR.

    “Kami rasa ini sudah tidak manusiawi ya, kami berharap bahwa proses ini bisa berjalan. Karena disinyalir orang yang menyediakan tempat penyekapan dan penyiksaan ini ada orang hebat lah. Dia orangnya masuk dalam organisasi yang cukup besar di Indonesia. Ini perpeloncoan, disekap dan disiksa bersama – sama,” imbuhnya.

    Hingga berita ini ditulis, jurnalis Warta Kota belum mengetahui secara pasti apakah korban sudah melaporkan peristiwa ini ke pihak Kepolisian atau belum.

    Utang Piutang
    Penyebab awal perkara seorang pria berinisial MRR (23) yang diduga menjadi korban penyekapan hingga penganiayaan oleh sekelompok orang di sebuah cafe kawasan Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur terungkap.

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Armunanto Hutahean mengatakan penyebab tersebut lantaran adanya hutang piutang yang melibatkan dua pihak, yakni terduga korban dan pelaku.

    “Perkara berawal dari adanya hutang piutang antara korban dan terduga pelaku,” kata Armunanto, Selasa (9/7/2024).

    Namun Armunanto belum dapat menjelaskan secara rinci perihal perkara tersebut.

    Mengingat pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.

    “Perkaranya saat ini masih tahap penyelidikan, kami masih mendalami perkaranya dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi,” pungkasnya.(Red)