Prajurit Turun ke Ladang, Satgas Yonif 700/WYC Perkuat Ketahanan Pangan

0
552

PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hijaunya perbukitan Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, prajurit Satgas Yonif 700/WYC dari Pos Kodim Persiapan menunjukkan wajah lain dari tugas pengabdian mereka. Pada Rabu (23 Juli 2025), mereka turun langsung ke ladang milik warga Kampung Wako, membantu para petani membersihkan lahan perkebunan sambil mempererat hubungan sosial melalui kegiatan pembinaan teritorial terbatas (Binter).

Alih-alih menjaga jarak, para prajurit justru membaur tanpa sekat. Mereka ikut mencangkul, membersihkan semak, dan berbincang hangat dengan para petani—membangun kedekatan di tengah aktivitas yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa TNI tak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga turut serta dalam mendukung ketahanan pangan dan memperkuat ikatan sosial.

Danpos Koper, Letda Inf Herman K., menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi kehadiran TNI yang humanis dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Kami ingin menyemangati para petani karena mereka adalah pilar utama ketahanan pangan lokal. Dengan turun langsung ke ladang, kami ingin menciptakan rasa aman yang tumbuh dari kedekatan dan kebersamaan, bukan semata-mata dari patroli,” ujarnya.

Tak hanya membantu di ladang, prajurit juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak yang turut hadir di lokasi. Suasana akrab pun tercipta, diwarnai gelak tawa dan canda anak-anak yang bermain bebas di sela-sela tanaman. Momentum ini menjadi gambaran nyata bahwa prajurit membawa lebih dari sekadar kehadiran fisik—mereka membawa kehangatan dan rasa aman.

Seorang warga Kampung Wako pun menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Tentara datang bantu kami kerja di kebun, kasih jajanan buat anak-anak. Rasanya mereka bukan orang luar, tapi bagian dari kami. Mereka bukan hanya menjaga, tapi juga peduli,” ungkapnya.

Kehadiran TNI di tengah ladang warga ini bukan sekadar simbolis, tetapi nyata memberikan dorongan moral dan meningkatkan semangat kerja. Ini adalah bagian dari operasi teritorial yang menitikberatkan pada penguatan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Panglima Komando Operasi Habema (Pangkoops Habema), Mayjen TNI Lucky Avianto, turut mengapresiasi langkah prajurit Satgas Yonif 700/WYC.

“Inilah esensi sejati dari operasi teritorial. Ketika prajurit hadir bukan hanya membawa senjata, tapi juga membawa empati dan ketulusan. Saat mereka ikut bekerja, menyapa anak-anak, dan hadir di tengah warga, maka di situlah kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar hidup,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Kami mendukung sepenuhnya program Binter semacam ini karena mampu menumbuhkan rasa aman yang alami—lahir dari kedekatan, bukan dari instruksi.”

Kisah dari Kampung Wako menjadi cerminan bahwa TNI bukan sekadar penjaga batas negara, tapi juga sahabat rakyat yang turut membangun masa depan Papua yang damai, mandiri, dan sejahtera.

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)