Prabowo Memimpin Rapat Terbatas untuk 21 Proyek Hilirisasi demi Menciptakan Lapangan Kerja

    0
    87

    BOGOR, Cakrayudha-hankam.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) yang melibatkan sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih serta pengurus Danantara Indonesia di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (16/3/2025). Rapat ini bertujuan untuk membahas percepatan hilirisasi dan mengevaluasi proyek-proyek yang dapat berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa dalam ratas tersebut, Presiden Prabowo memberikan instruksi agar proyek hilirisasi yang memiliki potensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) dijadikan prioritas. Dengan demikian, diharapkan akan muncul banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat.

    “Kami melakukan analisis menyeluruh dan mengarahkan pada proyek-proyek yang memberikan dampak positif, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja. Ini menjadi salah satu parameter utama yang kami tinjau,” ungkap Rosan dalam keterangan resmi di Jakarta.

    Rosan menjelaskan bahwa pihaknya, bersama kementerian terkait, telah melakukan inventarisasi terhadap berbagai proyek hilirisasi di sektor mineral, batubara, akuakultur, pertanian, dan perkebunan. Analisis menyeluruh dilakukan untuk menentukan prioritas proyek-proyek yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Rosan, proyek hilirisasi juga dievaluasi berdasarkan kontribusinya dalam mengurangi impor, meningkatkan ekspor, dan memperkuat daya saing industri nasional. Dia menambahkan bahwa Presiden Prabowo menginginkan agar hilirisasi tidak hanya berhenti pada tahap awal, tetapi juga menjadi langkah awal untuk proses industrialisasi yang lebih luas.

    Selain fokus pada aspek ekonomi makro, dia juga menekankan bahwa proyek hilirisasi diarahkan untuk melibatkan petani tambak, petani perkebunan, dan masyarakat sekitar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

    “Kita dapat melihat prioritas dalam proses industrialisasi ini, dan sebaiknya melibatkan para petani, baik dari sektor perkebunan maupun dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan,” ungkap Rosan.

    Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa rapat terbatas ini juga bertujuan untuk menindaklanjuti keputusan Presiden terkait pelaksanaan 21 proyek hilirisasi yang menjadi prioritas. Ia menyatakan bahwa Prabowo memberikan arahan agar proyek-proyek tersebut fokus pada penyerapan tenaga kerja dan mengintegrasikan teknologi dengan metode padat karya.

    Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan pentingnya industri substitusi impor. “Presiden mengingatkan kami agar pelaksanaannya dilakukan secara profesional dan memberikan nilai ekonomi yang tinggi,” tambah Bahlil.

    Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya distribusi investasi hilirisasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya terfokus di satu pulau. Hal ini sangat penting untuk mendorong pemerataan ekonomi di seluruh tanah air.

    Beberapa menteri yang hadir dalam rapat terbatas tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiyono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut serta dalam rapat tersebut. Selain itu, tiga pemimpin utama Dantara, yaitu CEO Rosan Roeslani, CIO Pandu Patria Sjahrir, dan COO Dony Oskaria juga hadir. (Red-033)