Penyelundupan 2,4 Ton Minyak Tanah di Perbatasan Timor Leste Berhasil Digagalkan

    0
    91

    Republik Demokratik Timor Leste (RDTL),(Cakrayudha-hankam.com) – Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Sektor Timur, Yonif RK 744/SYB berhasil menggagalkan 2.400 liter atau 2,4 ton minyak tanah yang hendak diselundupkan melalui jalur laut.

    Selain ribuan liter minyak tanah tersebut, tim Satgas juga mengamankan satu unit mesin perahu motor, serta sejumlah unit sepeda motor. Barang bukti diamankan di pinggir pantai sekitar Mota Ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Yudhi Yahya mengatakan, upaya penyelundupan tersebut dilakukan saat waktu subuh sekitar pukul 03.45 Wita.

    “Saat itu semua orang sedang tidur, sehingga keadaan sekitar sangat sepi,” katanya, Sabtu (10/06/23).

    Menurut Yudhi Yahya, setelah mendapatkan informasi dan mengecek lokasi terlihat sejumlah orang diduga sedang melakukan transaksi gelap. Di lokasi juga terdapat 120 jeriken yang berisikan minyak tanah sebanyak 2.400 liter, yang siap diselundupkan ke negara tetangga Timor Leste menggunakan perahu motor.

    Prajurit Satgas yang sedang bertugas bergegas ke lokasi namun para terduga pelaku melarikan diri ke Timor Leste, sehingga pengejaran dihentikan. “Mereka melarikan diri dan tinggalkan barang bukti di lokasi sehingga dibawa ke Mako Satgas untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

    Yudhi Yahya menambahkan, seluruh barang bukti yang diamankan tersebut akan diserahkan ke Bea Cukai setempat untuk diproses sesuai undang-undang kepabeanan.

    “Selain minyak tanah, Satgas Pamtas juga mengamankan sejumlah unit sepeda motor yang hendak diselundupkan ke negara Timor Leste melalui jalur tikus,” ungkap Yudhi Yahya.

    Masyarakat diimbau tidak menyelundupkan barang apa pun ke negara orang lain, karena akan merugikan negara sendiri. Para prajurit juga diingatkan untuk tingkatkan kewaspadaan dan lakukan pencegahan penyelundupan.

    “Saya tekankan ke seluruh prajurit khususnya yang berada di pos-pos perbatasan, untuk lebih tingkatkan kewaspadaan dan lakukan pencegahan terjadinya kegiatan ilegal di perbatasan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara,” demikian Yudhi Yahya menandasan mgakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)