JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Menteri BUMN Erick Thohir telah menunjuk Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, seorang tentara aktif, sebagai Direktur Utama Perum Bulog.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Hariyanto, menjelaskan bahwa penunjukan Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara TNI dan BUMN.
Dia menambahkan bahwa TNI dan BUMN telah menjalin kerja sama strategis, salah satunya dengan penunjukan anggota TNI aktif sebagai Direktur Utama Perum Bulog.
“Ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara TNI dan BUMN yang didasarkan pada MoU yang telah ada sebelumnya,” ungkap Hariyanto saat dihubungi di Jakarta, Senin (10/2/2024).
Hariyanto juga menjelaskan bahwa penunjukan tersebut telah melalui proses seleksi dan disetujui oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dia menekankan bahwa Mayjen TNI Novi Helmy telah memenuhi kriteria strategis dan kontribusi yang diperlukan.
“Panglima TNI telah menyetujui permohonan tersebut setelah mempertimbangkan aspek strategis serta kontribusi yang dapat diberikan oleh Mayjen TNI Novi Helmy di Bulog,” ungkap Hariyanto.
Dia menambahkan bahwa TNI dan Bulog akan memberikan dukungan penuh untuk pengadaan beras dan gabah nasional pada tahun 2025. Menurut Hariyanto, hal ini telah disepakati dalam nota kesepahaman (MoU).
“Kerja sama ini akan memanfaatkan gudang-gudang TNI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Pernyataan dari Erick Thohir
Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir memberikan tanggapan mengenai pengangkatan perwira aktif Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog.
Ia menyatakan bahwa perombakan kepengurusan Bulog merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa program-program yang ditugaskan dapat berjalan dengan optimal.
“Tentu saja, penyegaran tersebut sangat diperlukan. Penugasan yang diberikan harus dapat dilaksanakan dengan optimal. Oleh karena itu, kami melakukan tinjauan dan evaluasi,” kata Erick di Jakarta, Senin (10/2/2025).
Erick menjelaskan bahwa salah satu aspek yang menjadi perhatian Kementerian BUMN adalah kebijakan penyerapan beras sebesar 3 juta ton yang dinilai belum mencapai hasil yang diharapkan.
“Berdasarkan data yang kami analisis, penyerapan masih belum optimal, sehingga diperlukan penyegaran dalam kepengurusan,” tambahnya.
Dia juga menekankan bahwa keberhasilan program penyerapan gabah sangat krusial untuk mencapai swasembada beras dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Menurut catatan Bisnis.com, perubahan direksi tercantum dalam Keputusan Menteri BUMN No: SK-30/MBU/02/2025 yang dikeluarkan pada 7 Februari 2025, yang menandai berakhirnya masa jabatan Wahyu Suparyono sebagai Direktur Utama.
Wahyu mulai menjabat sebagai Dirut Bulog pada September 2024, menggantikan Bayu Krisnamurthi yang memimpin Perum Bulog selama 10 bulan sejak Desember 2023. (Red-033)
Editor: EH056

