Nama Jokowi Terlibat, Wanita Klaim Sebagai Ratu Sedunia dan Tuntut Warisan di 17 Negara: “Saya Pewaris Kerajaan”

    0
    113

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Di media sosial, seorang wanita mengklaim dirinya sebagai Ratu Sedunia, dan nama SBY serta Jokowi pun ikut terseret dalam isu ini.

    Wanita tersebut mengaku sebagai pewaris kerajaan langit dan menyatakan bahwa ia dapat mencairkan warisan di 17 negara.

    Dalam penampilannya, ia mengenakan pakaian berwarna hijau lumut lengkap dengan berbagai atribut, serta memegang tongkat dan mengenakan kartu identitas di bajunya. Dalam pernyataannya, Ratu Sedunia ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap Amerika dan Indonesia.

    Menurut pantauan dari Instagram Fakta.Indo pada Senin (10/2/25), ia menyatakan niatnya untuk mencairkan warisan di 17 negara. “Saya akan mencairkan uang perjanjian di 17 negara. Saya adalah pewaris kerajaan Surya Loka Langit yang merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno, dan ini adalah tanda tangan terakhir kepada Ir Soekarno,” ujarnya.

    Dikenal sebagai Ratu Sedunia, warisan yang dimaksud mencakup aspek nasional dan internasional.

    “Kata ‘IR’ mencakup yang bersifat nasional dan internasional, seperti PBB, Bank Java, dan Bank Dunia yang saya ketahui dari masa lalu. Pada masa Jerman, dana prasasti tersebut dikelola oleh Jerman, di mana saya berperan sebagai raja wali atau ratu wali putri dewa Nahyang,” jelasnya.

    Ratu Sedunia kemudian mengungkapkan warisan yang diberikan oleh John Kennedy berupa berlian seberat 57 kg.

    Warisan tersebut diserahkan oleh John Kennedy pada tahun 1957.

    “Pada waktu itu, John Kennedy memberikan harta kepada Ibu Pertiwi pada tahun 1957, berupa perjanjian berlian merah seberat 57 kg. Ini adalah bukti yang saya bawa dari John Kennedy, yang merupakan pengembalian dari Jerman kepada Ibu Pertiwi,” tuturnya.

    Selain membahas warisan, Ratu Sedunia juga menyentuh tentang istilah RI 1 yang sering digunakan untuk merujuk kepada Presiden.

    Ternyata, istilah RI 1 tidak merujuk pada jabatan presiden, melainkan kepada Ibu Pertiwi.

    “RI 1 itu bukan tentang kepresidenan, melainkan tentang Ibu Pertiwi, ratu yang pertama kali hadir di bumi, ratu yang mendirikan kerajaan Sulaiman, sebagai perwujudan dari Sulaiman yang bersinar di langit dan angin,” ujarnya.

    Ratu Sedunia mengungkapkan kekecewaannya karena warisan di Indonesia dikuasai oleh sembilan naga, bukan oleh anak-anak pribumi.

    “Yang terjadi adalah China mewarisi Indonesia. Perjanjian Hans Sanjaya yang mewakili Pangeran Kuning, anak Sunan Gunung Jati, meminta warisan kepada saya. Mereka menganggap yang direstui adalah sembilan naga, bukan pribumi, sehingga saya merasa marah kepada Hans Putra Sanjaya,” jelasnya.

    Ratu Sedunia juga merasa frustrasi karena banyak yang tidak mematuhi aturan mengenai pencetakan uang, bahkan ia menyebut nama SBY dan Jokowi dalam konteks ini.

    Oleh karena itu, ratu sedunia menolak untuk memberikan tanda tangan, karena tidak ingin mengkhianati generasi mendatang di seluruh dunia.

    “Saya tidak ingin menandatangani urusan antara Jokowi dan SBY, karena mereka tidak mengikuti aturan PBB. Mereka sudah mengambil uang dan mencetak uang baru sambil meminta tanda tangan saya,” ujarnya.

    Setelah menghadapi berbagai masalah, ratu sedunia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan urusannya di beberapa negara lain.

    “Saya tidak ingin mengkhianati anak cucu saya di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Saya telah menyelesaikan urusan di belahan dunia lainnya sebelum kembali ke Indonesia, tetapi Amerika telah mencetak uang melebihi kapasitas yang seharusnya.

    Dengan huruf-huruf Indonesia, kami mengumpulkan negara-negara dari seluruh dunia, itulah sebabnya ada perjanjian merah putih. Merah melambangkan ibu pertiwi,” tegasnya.

    Di akhir video, Ratu Sedunia menyatakan bahwa ia memilih untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan urusannya di beberapa negara lain.

    Hingga saat ini, asal usul wanita yang mengaku sebagai Ratu Sedunia masih belum terungkap. (Red-033)

    Editor: EH056