Pelaku Mutilasi di Surabaya Paham Anatomi: Motongnya Diiris bukan Dibacok

    0
    74

    Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Pemeriksaan forensik terhadap potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di Kota Surabaya pada Senin (12/6) kemarin, telah dilakukan. Hasilnya, pelaku mutilasi dianggap mengetahui persis anatomi tubuh korban.

    Kepala Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong, AKBP Eko Junianto menjelaskan, berdasarkan satu potongan tubuh manusia yang diterimanya, potongan itu berupa pinggul ke bawah sampai tumit mata kaki.

    Sebelumnya, ia mengaku telah menerima potongan tubuh tidak utuh berupa kepala sampai badan.

    “Potongan kedua yang kami terima, itu dari pinggul sampai tumit mata kaki ya. Jadi ini potongannya ini tanpa telapak kaki kanan dan kiri. Pada hari kemarin kami sudah menerima potongan tubuh tidak utuh, kepala sampai badan,” tegasnya.

    Ia menambahkan, dari dua potongan tubuh yang diterimanya ini, nantinya akan dilakukan pemeriksaan kembali apakah berasal dari satu individu atau lain individu.

    “Kita akan memeriksa apakah ini berasal dari satu individu atau berasal pada individu yang lain,” tegasnya.

    Dari pemeriksaan fisik, tambahnya, potongan tubuh tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki. Hal tersebut dipastikannya karena masih terdapat alat kelamin pada potongan tubuh tersebut.

    “Untuk pemeriksaannya kami sampaikan bahwa ini potongan tubuh itu jenis kelaminnya laki-laki. Karena ada alat kelamin jenis laki-laki. Kemudian panjang mulai pinggul sampai telapak kaki itu panjangnya 90 cm,” ungkapnya.

    Ditanya soal ciri khusus? Ia menyebut tidak menemukan. Namun ia menengarai, berdasarkan irisan atau bentuk potongan pada tubuh ada kemiripan pada keduanya.

    Namun, untuk memastikan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan melalui uji DNA.

    “Ciri-ciri khusus tidak kita temukan. Namun potongannya kalau kita lihat, setelah kita lakukan rekonstruksi terhadap potongan tubuh yang pertama ini ada kemiripan.

    Tapi tentunya kita masih melakukan pemeriksaan mendalam secara forensik dan uji DNA apakah itu satu individu atau beda individu,” bebernya.

    Disinggung soal hasil lainnya, dia menyebut potongan tubuh kedua itu digambarkannya teriris mulai dari tungkai dan memotong telapak kaki kanan dan kiri. Pelaku, disebutnya memotong korban pas di area persendian atau tepatnya tumit mata kaki.

    Ia pun memastikan jika pelaku, memotong korban tidak dengan cara membacok melainkan mengirisnya.

    “Tungkainya atas bawah ada, namun telapak kaki kanan kiri tidak ada dipotong ada mutilasi di situ.

    Di bagian persendian? Iya di pas tumit telapak kaki, mata kaki ya. Kami sampaikan juga itu dari hasil pemeriksaan kita dapati hasil mutilasi atau potongan itu terjadi setelah kematian.

    Potongannya pas dipersendian, jadi dia tahu persendian manusia. Itu motongnya diiris bukan dibacok-bacok,” tegasnya.(Red)