PCO Sebut Prabowo Telah Lakukan Tiga Strategi

    0
    88

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerapkan strategi untuk menghadapi berbagai perubahan dalam kebijakan global, termasuk tarif impor yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.

    PCO menilai bahwa hubungan internasional dan perdagangan global yang dijalin oleh Presiden Prabowo merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

    “Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman dalam memahami dinamika geopolitik,” ujar Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO, Noudhy Valdryno, dalam pernyataannya pada Kamis (3/4/2025).

    Pemahaman yang mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Noudhy.

    Dia juga menyampaikan bahwa Kepala Negara memiliki tiga strategi untuk memastikan Indonesia tetap tumbuh dan berkembang meskipun menghadapi disrupsi ekonomi global.

    Strategi pertama adalah memperluas mitra dagang. PCO menilai ini sebagai langkah paling signifikan yang diambil oleh Presiden Prabowo sejak dilantik.

    Indonesia telah menandatangani berbagai perjanjian dagang, baik bilateral maupun multilateral, termasuk perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 10 negara ASEAN, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, serta bergabung dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

    Indonesia juga telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), sebuah kelompok ekonomi yang mencakup 40 persen dari perdagangan global.

    “Langkah ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Keanggotaan Indonesia di BRICS akan memperkuat berbagai perjanjian dagang multilateral,” ujarnya.

    Selain itu, Kepala Negara juga mulai mempercepat hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) untuk meningkatkan nilai tambahnya.

    Noudhy menambahkan bahwa Prabowo juga telah meluncurkan BPI Danantara, yang bertujuan untuk mempercepat hilirisasi SDA strategis di Indonesia.

    “BPI Danantara akan mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor utama seperti mineral, batu bara, minyak bumi, gas, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan,” ujarnya.

    Selanjutnya, fokus ketiga adalah memperkuat daya beli masyarakat melalui program-program yang secara langsung meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Dia menambahkan bahwa salah satu program unggulan Presiden RI adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Di sisi lain, Prabowo juga berencana mendirikan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi desa, menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru, dan mendorong perputaran uang di daerah.

    “Dengan memperkuat hubungan perdagangan internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi domestik, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia dapat terus tumbuh meskipun menghadapi situasi global yang tidak menentu,” kata Noudhy.

    Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan penerapan tarif impor dan bea masuk sebesar 32 persen untuk Indonesia.

    Pengumuman ini disampaikan oleh Trump pada Rabu, 2 April 2025, waktu setempat, dalam konteks yang disebut “Hari Pembebasan” atau “Liberation Day.”

    Trump mengklaim bahwa tarif tersebut akan mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan menciptakan kesetaraan dengan negara-negara lain yang menerapkan tarif lebih tinggi terhadap impor dari AS. (Red-033)