Instruksi Retret dari Megawati

    0
    123

    Usai Menguatnya Sinyal Pertemuan dengan Prabowo

     

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), telah menginstruksikan para kader partainya yang terpilih sebagai kepala daerah untuk berpartisipasi dalam retret gelombang kedua.

    Instruksi ini disampaikan oleh Ketua DPP PDI-P, Ahmad Basarah.

    “Sudah ada kesepakatan bahwa kepala daerah PDI-P yang belum mengikuti retret angkatan pertama akan bergabung dalam angkatan kedua,” kata Basarah kepada Kompas.com pada Kamis (3/4/2025).

    “Ini adalah arahan dari Bu Mega,” tambahnya.

    Pemerintah sebelumnya telah menyelenggarakan retret kepala daerah pada 21-28 Februari 2025 di Magelang, Jawa Tengah.

    Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebanyak 493 kepala daerah dari 503 yang diundang telah mengikuti retret.

    Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, telah mengonfirmasi bahwa retret gelombang kedua akan diselenggarakan. Namun, ia belum dapat memastikan waktu dan lokasi pelaksanaannya.

    “Lokasinya bisa di Magelang atau di tempat lain. Ada beberapa opsi lokasi lainnya, tetapi jumlah pesertanya tidak sebanyak pada angkatan pertama,” kata Bima saat ditemui di acara open house di rumah dinas Ketua MPR Ahmad Muzani, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, pada Rabu (2/4/2025).

    Ia menjelaskan bahwa retret gelombang kedua ditujukan bagi kepala daerah yang belum dapat berpartisipasi karena masih terlibat sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

    Retret, menurut Bima, berfungsi sebagai forum untuk memberikan pelatihan dan menyelaraskan program prioritas antara pemerintah pusat dan daerah.

    “Kita akan menyesuaikan konsepnya, tetapi kami ingin pelatihan ini dilaksanakan secepat mungkin. Penting bagi rekan-rekan yang belum mendapatkan pelatihan untuk menyamakan pemahaman mengenai program-program prioritas pemerintah,” kata Bima.

    Instruksi Megawati kepada kepala daerah PDI-P untuk mengikuti retret gelombang kedua dikeluarkan setelah kunjungan Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, putra Presiden Prabowo Subianto.

    Sebelum kunjungan Didit, Gubernur Jakarta dan politikus PDI-P, Pramono Anung, pada Senin (3/3/2025), telah menyatakan bahwa kepala daerah dari partainya akan berpartisipasi dalam retret gelombang kedua.

    Sebanyak 10 kepala daerah dari PDI-P tidak mengikuti retret gelombang pertama. Mereka terdiri dari Gubernur Bali I Wayan Koster, tujuh bupati dan satu wali kota dari Bali, serta Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo.

    Di sisi lain, kunjungan Didit ke kediaman Ketua Umum PDI-P pada Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2025 kembali memunculkan wacana mengenai pertemuan antara Megawati dan Prabowo.

    Rencana pertemuan tersebut juga diperkuat oleh sinyal yang disampaikan oleh Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani. Ia menyatakan bahwa pertemuan ibunya dengan Prabowo akan segera terjadi setelah Lebaran.

    “Setelah libur lebaran ini, kita pasti akan mengadakan pertemuan secepatnya,” kata Puan di kediaman Ketua MPR Ahmad Muzani, Jakarta, Rabu (2/4/2025).

    Pernyataan Puan tersebut disambut positif oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang juga setuju dengan rencana itu.

    Dasco mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Puan dan berharap pertemuan antara Prabowo dan Megawati dapat segera terwujud.

    “Kita sepakat untuk melakukannya secepatnya. Kapan itu? Mari kita tunggu,” ujar Dasco.

    “Baru saja saya sempat berbincang sedikit dengan Mbak Puan mengenai pertemuan Prabowo dan Megawati,” tambahnya.

    Diketahui bahwa kader PDI-P yang terpilih sebagai kepala daerah sempat menunda keberangkatan mereka untuk mengikuti retret yang dijadwalkan pada 21-28 Februari 2025 di Magelang, Jawa Tengah. Penundaan ini terjadi setelah Megawati mengeluarkan instruksi yang tercantum dalam surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025.

    Surat instruksi yang diterbitkan pada 20 Februari 2025 tersebut meminta semua kepala daerah dari PDI-P untuk menunda kehadiran mereka dalam kegiatan retret yang diselenggarakan oleh pemerintah.

    Akhirnya, sebanyak 19 kepala daerah dari PDI-P mengikuti retret gelombang pertama ini. Di antara mereka terdapat Gubernur Jakarta Pramono Anung, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (Red-033)