Ende,(Cakrayudha-hankam.com) – Polisi menangkap orangtua yang membuang bayinya di depan pintu Kapel Panti Asuhan Naungan Kasih Santa Elisabeth, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ibu bayi berinisial TAFN itu diamankan bersama kekasihnya, SML, di sebuah kos-kosan di Kota Ende, Rabu (26/6/2024).
“Sudah diamankan, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polres,” ujar Kasubsi PIDM Sihumas Polres Ende, Ipda Heru Sutaban saat dihubungi, Rabu.
Sutaban mengungkapkan, awalnya aparat gabungan mendapat informasi dari warga bahwa seorang perempuan berinisial TAFN melahirkan bayi perempuan di Puskesmas Onekore pada 14 Juni 2024.
Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan melakukan pendalaman dan didapati bahwa TAFN baru saja melahirkan seorang bayi perempuan.
Selanjutnya, aparat mengecek keberadaan TAFN di sebuah kos-kosan yang berada di belakang kampus di Kota Ende.
“Saat itu TAFN sedang berada kekasihnya, SML di dalam kos. Namun bayi perempuan yang baru dilahirkan tidak berada di kos tersebut,” kata dia.
Keduanya kemudian diinterogasi dan mengakui telah menyimpan bayi perempuan tersebut di depan Kapel Panti Asuhan Naungan Kasih Santa Elisabeth pada Selasa (25/6/2024) pukul 02.00 Wita.
Selanjutnya, aparat membawa kedua pasangan tersebut ke Mapolres Ende guna pemeriksaan selanjutnya.
Sebelumnya, pada Selasa (25/6/2024) sekitar pukul 04.30 Wita, Suster Kepala Panti Asuhan Naungan Kasih Santa Elisabeth bernama Inosensi mendengar suara anjing menggonggong di pintu kapel.
Dia kemudian membangunkan semua suster dan anak-anak yang berada di panti itu.
Mereka lalu menuju ke depan pintu kapel dan melihat seorang bayi perempuan tanpa identitas dalam keadaan hidup.
Suster Inosensi lalu meminta salah satu anak panti menggendong bayi tersebut untuk dirawat.(Red)

