Operasi Berantas Jaya Bongkar Posko Pemuda Pancasila di Depok

    0
    74

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Pada Senin, 19 Mei 2025, personel gabungan dari Polres Metro Depok, Kodim, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pencopotan bendera serta pembongkaran posko Pemuda Pancasila yang berdiri di jalur hijau tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

    Menurut pantauan Tempo di lokasi, setelah apel di Mapolres Metro Depok, petugas gabungan melakukan penyisiran dari Jalan Margonda menuju Boulevard Grand Depok City (GDC) Kalimulya, kemudian kembali ke GDC dan melanjutkan ke Jatimulya, Cilodong.

    Dalam Operasi Berantas Jaya, petugas berhenti di beberapa titik untuk mencopot bendera organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila. Di Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, mereka menemukan posko Pemuda Pancasila, tetapi hanya bendera yang ditertibkan tanpa membongkar posko tersebut.

    Operasi kemudian dilanjutkan, dan personel bergerak ke arah timur menuju Kelurahan Jatimulya. Di ujung Jalan Boulevard, mereka kembali menemukan bendera dan posko Pemuda Pancasila yang masih berdiri.

    Berbeda dengan langkah sebelumnya, personel kini mengambil tindakan tegas untuk membongkar posko Pemuda Pancasila Ranting Jatimulya yang terletak di jalur hijau dan tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

    Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Abdul Waras, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Brantas Jaya 2025 yang dilaksanakan bersama dengan jajaran Kodim 0508/Depok dan Satpol PP.

    Menurut Abdul Waras, penertiban ini adalah bagian dari strategi kepolisian untuk menciptakan ruang publik yang bebas dari simbol-simbol yang dapat mengganggu keamanan.

    “Kami berkomitmen untuk menciptakan Kota Depok yang tertib, aman, dan inklusif bagi seluruh warga. Tidak ada tempat bagi simbol ormas yang dapat mengintimidasi atau menciptakan kesan penguasaan wilayah,” tegas Abdul Waras.

    Ia menambahkan bahwa penertiban dilakukan dengan tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis, sebagai wujud netralitas negara terhadap semua kelompok.

    “Operasi ini akan dilaksanakan secara rutin untuk memastikan suasana yang aman, tertib, dan harmonis di masyarakat,” kata Abdul Waras.

    Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Maulana Jali Karepesina, menambahkan bahwa penertiban hari ini melibatkan 50 personel dari gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP.

    “Target dari operasi ini adalah menanggulangi premanisme, baik yang dilakukan secara individu maupun kelompok,” jelas Maulana.

    Tim gabungan dari Satpol PP dan Kodim 0508/Depok melakukan penertiban terhadap bendera-bendera organisasi masyarakat (ormas) serta posko-posko yang ada.

    “Langkah ini diambil untuk menertibkan simbol-simbol yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat demi menjaga ketertiban umum,” ungkap Maulana.

    Dia juga mengimbau kepada ormas yang masih memiliki posko di jalur hijau untuk membongkar pos mereka secara mandiri. Selanjutnya, akan ada surat dari pemerintah kota, dan penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan.

    “Semoga di wilayah hukum Polres Metro Depok, kita dapat mengurangi gangguan dari premanisme,” ujar Maulana.

    Dalam penertiban hari ini, Maulana melanjutkan, aparat hanya membongkar satu posko. Namun, tidak ada anggota ormas yang terlihat berkeliaran.

    “Saat kami melakukan penertiban, kami sudah menghapus bendera-bendera dan membongkar satu posko. Kami akan melanjutkan tindakan ini. Di lapangan, kami tidak menemukan keberadaan mereka. Operasi Berantas Jaya akan berlangsung hingga 23 Mei 2025,” jelas Maulana.

    Ia menambahkan bahwa operasi ini difokuskan pada jalur-jalur yang sering ditemukan atribut ormas serta mereka yang diduga melakukan pungutan liar terhadap pedagang kaki lima (PKL).

    “Kami akan mendalami situasi ini lebih lanjut dan menyerahkannya kepada pihak terkait untuk perkembangan selanjutnya,” kata Maulana.

    Ketika ditanya tentang posko Pemuda Pancasila yang terletak di Jalan Boulevard GDC dan tidak dibongkar dalam operasi hari ini, Maulana menyatakan bahwa ia akan berkoordinasi dengan Satpol PP Depok. “Menurut informasi dari Satpol PP, posko tersebut juga berada di jalur hijau. Kami akan menindaklanjuti hal ini,” kata Maulana. (Red-033)