Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Dibalut suasana Lebaran 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke rumah Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufrie.
Kunjungan dilakukan setelah rombongan Koalisi Perubahan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninggalkan rumah Habib Salim.
Berjas hitam dan sarung motif batik garis, Sandiaga datang ditemani sang istri, Nurasia. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini dan Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsy.
Sejumlah hal diperbincangkan. Salah satunya, kemungkinan PKS mendukung Sandiaga kembali maju di Pemilu 2024.
“Semua dibahas, semua putra putri bangsa terbaik tetap dibahas,” kata Jazuli di Gedung DPR, pekan lalu.
Sandiaga memiliki misi khusus. Mengambil alih dukungan PKS dari Anies Baswedan. Salah satu opsinya, berduet dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.
Seorang sumber di Koalisi Pemerintah membocorkan, Sandiaga diminta untuk mengamankan dukungan PKS dalam Pemilu 2024.
Menurut dia, Ketum Golkar Airlangga Hartarto telah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berduet dengan Sandiaga. Tapi dengan catatan, Sandiaga mampu mengambil dukungan PKS.
“Makanya dibikin poros baru itu. Sandi-Airlangga,” bisik seorang petinggi parpol pemerintah seperti dikutip media ini beberapa waktu lalu.
Jazuli mengaku peluang PKS berkoalisi dengan Golkar sangat terbuka lebar. Namun, dia menekankan, sampai saat ini, Capres dari PKS adalah Anies Baswedan.
“(Sandi-Airlangga) Itu belum dipikirkan. Yang pasti kita capresnya masih pak Anies,” tegas Jazuli.
Ramai di Internal Golkar
Dari sisi lain, seorang senior Partai Golkar mengakui, sejak satu bulan lalu, muncul wacana duet Sandiaga-Airlangga di internal Pohon Beringin tersebut.
Terlebih, analisa dia, Sandiaga sudah tertutup peluangnya gabung poros Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
“Sudah sebulan lebih isu ini (Sandi-Airlangga),” kata sumber tersebut.
Pada Rakernas dua pekan lalu, Golkar tak mengubah sikapnya untuk mencapreskan Airlangga Hartarto. Menurut sumber ini, semua tergantung kode dari Istana.
Ketua DPP Golkar, Nusron Wahid membantah ada wacana Sandiaga-Airlangga. Menurut dia, sampai saat ini Golkar tengah membangun komunikasi intens kepada kubu Prabowo Subianto.
“Kita masih fokus dengan integrasi KIB dan KKIR menjadi Koalisi Besar dengan calonnya: Prabowo-Airlangga,” ujar Nusron.(Red)

