Modus Preman Pabrik Palak Karyawan Saat Gajian

    0
    64

    Naikkan Tarik Parkir hingga Memeras

     

    SUMEDANG, Cakrayudha-hankam.com – Kepolisian Resor Sumedang telah menangkap delapan preman yang beroperasi di daerah Jatinangor-Cimanggung dan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    Di kawasan industri, Polres Sumedang juga mendirikan posko untuk memberantas premanisme, yang berlokasi di depan Masjid Al-Furqon PT Kahatex. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa praktik premanisme tidak berkembang di Sumedang, mengingat para preman tersebut telah mengganggu karyawan di kawasan industri dengan berbagai cara pemalakan.

    Salah satu modus yang mereka gunakan adalah menetapkan tarif parkir yang tinggi saat musim gajian. Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, menjelaskan bahwa para preman sering meminta uang parkir dari penjemput, ojek, dan keluarga karyawan.

    Menurut informasi yang diterima, pada minggu-minggu gajian, mereka juga datang dengan memberikan tiket parkir kepada keluarga atau pengemudi ojek, tiket parkir yang harganya cukup tinggi,” ungkap Kapolres di Cadas Pangeran, Senin (12/5/2025).

    Kapolres menjelaskan bahwa ini merupakan modus yang terpantau dilakukan oleh para preman di area industri. “Mereka beroperasi secara individu dan tidak mengklaim sebagai bagian dari lembaga mana pun,” tambahnya.

    Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan preman yang mereka alami. Namun, laporan yang diberikan diharapkan sangat rinci. “Kami sangat mengharapkan informasi yang detail dari masyarakat, karena preman ini seringkali bersembunyi. Ketika kami (polisi) datang, mereka menghilang; saat kami pergi, mereka kembali muncul,” kata Joko.

    Kapolres menegaskan bahwa pihaknya telah menugaskan anggota kepolisian, terutama yang berpakaian sipil, untuk memantau situasi. Polisi akan bertindak tegas terhadap semua tindakan premanisme.

    “Tentu, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme, pemungutan paksa, dan pemerasan. Siapa pun yang menjadi korban, silakan berikan informasi yang lengkap melalui hotline 110,” ujarnya.(Red-033)