Mengatasi Buta Aksara, Prajurit Lintas Udara 432/WSJ Luncurkan Gubuk Baca di Pedalaman Papua

    0
    98

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tugas menjaga kedaulatan negara, Prajurit Lintas Udara 432/WSJ Pos Mbua melaksanakan misi kemanusiaan yang unik. Alih-alih berperang dengan senjata, mereka berjuang melawan buta aksara. Dengan mendirikan Gubuk Baca, mereka membuka akses ilmu pengetahuan bagi anak-anak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (11/03/2025).

    Gubuk Baca yang mereka bangun bukan hanya sekadar tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi. Para prajurit menyediakan beragam buku bacaan, makanan ringan, serta minuman untuk menarik minat anak-anak yang datang.

    “Pada awalnya, anak-anak datang hanya untuk mencari permen,” kata Sertu Ridolof sambil tersenyum. “Namun seiring waktu, mereka mulai menunjukkan minat terhadap buku-buku yang kami sediakan. Kami meyakini bahwa sesuatu yang dipaksakan tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kami memilih pendekatan lain untuk membangkitkan minat membaca dengan mengajak mereka bermain di Gubuk Baca.”

    Inisiatif sederhana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar. Sejalan dengan prinsip pendidikan yang diungkapkan oleh Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Psikolog (Kak Seto), yang menyatakan bahwa “Pendidikan berlangsung sejak manusia dilahirkan hingga akhir hayatnya,” Satgas 432 berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak Papua.

    Melalui langkah kecil ini, Prajurit Lintas Udara 432/WSJ tidak hanya melaksanakan tugas negara, tetapi juga menyalakan harapan bagi generasi muda Papua, satu buku, satu cerita, dan satu impian dalam genggaman mereka.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Lieutenant Colonel Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)