Prajurit Masariku Perbaiki Jembatan Demi Senyum Anak Papua
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tantangan geografis yang berat di Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, semangat kepedulian dan pengabdian terlihat jelas di kalangan Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile Yonif 733/Masariku. Pada Rabu, 11 Juni 2025, mereka berhasil memperbaiki jembatan yang menghubungkan Sekolah Dasar (SD) Rimba Mumugu dengan dunia luar, berkat kerja keras dan semangat gotong royong prajurit Masariku.
Jembatan yang melintasi rawa ini merupakan satu-satunya akses bagi siswa dan guru untuk mencapai sekolah. Namun, kondisi jembatan yang sangat rusak telah lama mengancam keselamatan anak-anak yang setiap hari melintasinya. Untuk masa depan anak-anak Papua, prajurit Masariku mengambil inisiatif untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Jembatan Penghubung Harapan
Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menyatakan, “Jembatan ini lebih dari sekadar infrastruktur fisik; ia merupakan simbol harapan bagi anak-anak yang sedang menuntut ilmu. Kami merasa terpanggil untuk memperbaikinya demi keselamatan mereka dan kelancaran proses belajar-mengajar.”
Dengan semangat kebersamaan, para prajurit Masariku bersama pihak sekolah melaksanakan perbaikan menyeluruh pada jembatan yang mengalami kerusakan. Mereka memperkuat struktur jembatan, mengganti papan-papan yang sudah lapuk, dan memperkuat bagian penyangga. Semua material dan tenaga kerja disediakan secara mandiri, menunjukkan komitmen tulus TNI kepada masyarakat.
Ucapan Terima Kasih dari Kepala SD Rimba Mumugu
Kepala SD Rimba Mumugu terlihat sangat terharu dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Prajurit Masariku. “Kami sangat berterima kasih kepada Prajurit Masariku yang telah membantu memperbaiki jembatan ini. Kini, anak-anak dapat belajar dengan lebih aman. Ini adalah langkah besar untuk masa depan mereka,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Pendidikan dan Keamanan Menjadi Prioritas Satgas
Tindakan heroik ini bukan hanya merupakan tanggung jawab Satgas dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga merupakan bagian dari program Pembinaan Teritorial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan. Kehadiran TNI di Papua tidak hanya untuk menjalankan tugas militer, tetapi juga untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
Pangkoops Habema Berikan Apresiasi
Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, menyampaikan penghargaan atas tindakan mulia yang dilakukan oleh prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku di SD Rimba Mumugu. “Apa yang mereka lakukan adalah contoh nyata dari TNI yang selalu dekat dengan masyarakat. Jembatan ini bukan hanya sekadar penghubung fisik, tetapi juga simbol harapan. Ini menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di mana pun, siap memberikan solusi dan menjadi sahabat rakyat,” ungkap Mayjen Avianto dengan penuh kebanggaan.
TNI: Pahlawan di Hati Rakyat Papua
Aksi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan untuk membangun masa depan, menghidupkan harapan, dan menghadirkan senyuman di wajah anak-anak Papua. Di tengah berbagai keterbatasan, prajurit Masariku membuktikan bahwa mereka bukan hanya tentara yang menjaga perbatasan, tetapi juga pahlawan yang berkontribusi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Papua.
Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

