Saat Prajurit TNI Jadi Pendengar, Sahabat, dan Pelita bagi Warga Papua
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah kesunyian dan dinginnya Lembah Wako, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, muncul secercah harapan. Prajurit Yonif 700 Koops Habema hadir bukan dengan langkah sepatu tempur, melainkan dengan hati yang terbuka untuk mendengarkan dan tangan yang siap memberikan bantuan. Sabtu, 5 April 2025, menjadi momen istimewa bagi warga Kampung Wako. Kehadiran para prajurit ini bukan untuk sebuah upacara megah, tetapi untuk membawa kasih dan kepedulian yang nyata.
Dipimpin oleh Danpos Kodim Persiapan Letda Inf Herman, bersama Sertu Harjono dan tim, kegiatan anjangsana ini menjadi jembatan emosional antara TNI dan masyarakat. Warga yang selama ini menyimpan keluh kesah dalam diam mulai membuka diri. Mereka berbagi cerita tentang kesulitan akses air bersih, keterbatasan layanan kesehatan, serta impian pendidikan untuk anak-anak mereka yang belum terwujud.
Para prajurit mereka tidak hanya hadir sebagai tamu, melainkan seperti saudara yang telah lama dinantikan. Mereka mendengarkan dengan penuh kejujuran, hati yang terbuka, dan niat tulus untuk berkontribusi dalam mencari solusi.
Selain mendengarkan, para prajurit Yonif 700 juga membawa bantuan berupa pakaian layak pakai. Meskipun tampak kecil, tindakan ini memiliki makna yang besar bagi warga. Setiap lembar pakaian tersebut menyimpan harapan yang terbungkus rapi: untuk menghangatkan tubuh, meringankan beban, dan mengembalikan senyum yang sempat hilang.
“Kami bukan hanya penjaga perbatasan negeri. Kami adalah bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Apa yang kami lakukan hari ini adalah wujud kepedulian dan cinta untuk saudara-saudara kami di Kampung Wako,” ungkap Letda Inf Herman dengan penuh emosi.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto.
“Inilah TNI yang sesungguhnya. Kehadiran mereka seharusnya memberikan rasa aman dan harapan. Kegiatan anjangsana ini mencerminkan kemanunggalan yang sejati, di mana TNI tidak hanya bertugas menjaga, tetapi juga merawat rakyatnya,” tegasnya.
Di Kampung Wako, para prajurit tidak hanya membawa senjata. Mereka juga membawa empati, membangun kedekatan, dan menyalakan obor harapan. Bagi TNI, setiap warga adalah bagian dari keluarga. Kini, di Lembah Wako, keluarga tersebut merasa tidak lagi sendirian.
Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

