Jembatan Harapan dari Seragam Loreng

    0
    107

    Aksi Heroik TNI Gendong Anak-anak Sekolah Seberangi Sungai di Nduga

     

    NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah derasnya arus sungai dan tanpa adanya jembatan, prajurit TNI berperan sebagai jembatan hidup bagi anak-anak sekolah dasar di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Momen yang mengharukan ini terjadi pada Sabtu, 5 April 2025, ketika anggota Satgas 432 Koops TNI Habema dengan penuh kasih menggendong satu per satu anak-anak untuk menyeberangi sungai, memastikan mereka dapat sampai ke sekolah dengan selamat.

    Tanpa jembatan atau perahu, anak-anak ini biasanya harus menghadapi risiko besar setiap pagi saat menembus arus sungai yang deras. Namun, hari itu berbeda. Seragam loreng hadir sebagai pelindung dan penghubung mimpi, memastikan bahwa tidak ada cita-cita yang terhambat hanya karena rintangan alam.

    Kami tidak bisa tinggal diam melihat anak-anak ini menghadapi bahaya demi mendapatkan pendidikan. Ini bukan sekadar masalah keamanan, tetapi juga tentang kemanusiaan,” kata salah satu prajurit yang terlibat dalam aksi mulia tersebut.

    Anak-anak pun tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan mereka. Senyum lebar menghiasi wajah-wajah polos saat mereka dipeluk oleh para prajurit. Markus Gwijangge, salah satu siswa, dengan spontan mengucapkan, “Terima kasih, Om Tentara. Tuhan memberkati. Kami senang bisa bersekolah.”

    Aksi ini mencerminkan dedikasi TNI dalam membangun masa depan bangsa, tidak hanya melalui senjata, tetapi juga melalui pelukan hangat dan langkah-langkah yang menyeberangi sungai dengan harapan kecil di pundak mereka.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops TNI Habema, mengungkapkan rasa bangganya atas aksi kemanusiaan ini.

    “Prajurit kami tidak hanya bertugas menjaga perbatasan, tetapi juga mewujudkan impian. Ini adalah wujud nyata dari TNI sebagai pelayan rakyat yang siap menghadapi setiap tantangan di lapangan,” tegasnya.

    Ia juga mengajak semua pihak, terutama pemerintah daerah, untuk fokus pada pembangunan infrastruktur yang memadai di daerah seperti Distrik Dal.

    “Anak-anak ini adalah masa depan Papua dan Indonesia. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang aman dan layak,” tambahnya.

    Satu sungai telah berhasil diseberangi, namun masih banyak jurang ketimpangan yang perlu diatasi. Mari kita bersama-sama menghadirkan solusi nyata bagi anak-anak Papua. Mereka tidak hanya menyeberangi sungai, tetapi juga menapaki masa depan.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)