Kematian Mahesya Putra Korban Bus Maut Malah Dimanfaatkan Penipu,Ngaku Paman Korban di Surabaya

    0
    74

    Konawe,(Cakrayudha-hankam.com) – Kematian Mahesya Putra, salah satu korban kecelakaan bus rombongan perpisahan siswa SMK Lingga Kencana Depok, malah dimanfaatkan penipu.

    Si penipu mengaku-ngaku sebagai paman korban yang berdomisili di Surabaya.

    Ia menggalang donasi untuk diberikan kepada keluarga Mahesya.

    Adapun donasi palsu itu disebut telah terkumpul di pelaku, jumlahnya di atas Rp 11 juta.

    “Saya tahu dari keponakan, katanya donasi yang terkumpul sudah Rp 11 juta lebih. Itu mah sudah penipuan namanya, sudah penggelapan namanya,” tutur Rosdiyana, ibunda almarhum Mahesya Putra, seperti dikutip media ini pada Rabu (15/5/2024).

    Oleh karena itu, pihak keluarga masih terus mencari bukti soal pembukaan donasi oleh pihak yang tak bertanggung jawab itu.

    Persoalan ini kemungkinan berlanjut ke ranah hukum.
    “Sampai sekarang sih kami masih mencari bukti-bukti yang kuat. Semisal nanti sama keluarga rembukan lagi, dan kalau ada jawaban pastinya, baru nanti kami undang pihak hukum,” tambah Rosdiyana.

    Persoalan donasi palsu itu berangkat dari unggahan sebuah akun di media sosial pelaku.

    Pelaku mempublikasikan donasi palsu itu di TikTok.
    “Iya, dia (pelaku) ngakunya sebagai omnya Mahesya di Surabaya membuka donasi. Padahal Mahesya enggak punya om di sana,” ungkap Rosdiyana.

    Sejauh proses penelusuran melalui keluarga besar, kerabat, dan relasi, belum diketahui identitas maupun keberadaan pelaku.

    Persoalan ini merugikan keluarga Rosdiyana, terlebih karena oknun memanfaatkan perhatian publik atas musibah yang belum lama terjadi.

    “Boro-boro mikirin seperti itu. Kami ini masih repot urus sana sini. Jadi keluarga enggak mungkin buka donasi seperti itu,” kata dia.

    Sosok oknum yang membuat donasi palsu untuk korban kecelakaan maut bus pelajar SMK Lingga Kencana sedang menjadi sorotan dan ramai di media sosial.

    Rosdiyana, ibunda almarhum Mahesya Putra mengatakan oknum di balik donasi palsu itu itu mengaku di Surabaya.

    Sementara keluarga korban berasal dari Depok, Jawa Barat.(Red)